Angin Puting Beliung, Fenomena Alam dengan Dampak Dahsyat

  • 13 Des 2024 09:58 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Angin puting beliung, yang di beberapa daerah disebut juga dengan nama "angin tembeliung," merupakan fenomena angin kencang dengan pola pusaran yang terjadi dalam skala lokal. Meski berlangsung singkat, angin ini dapat menyebabkan kerusakan serius, mulai dari merobohkan rumah hingga menumbangkan pohon. Fenomena ini umum terjadi di Indonesia, terutama pada saat musim pelestarian atau pancaroba.

Apa Itu Puting Beliung?

Dilansir dari laman sdn32.bimakota.sch.id, angin puting beliung, tornado, atau tembeliung (bisa juga disebut puting beliung menurut KBBI) adalah kolom udara yang berputar kencang yang membentuk hubungan antara awan kumulonimbus atau dalam kejadian langka dari dasar awan kumulus dengan permukaan tanah.

Merujuk dari BMKG, puting beliung juga merupakan pemakaian kata yang lebih familiar di Indonesia untuk tornado berskala kecil. Puting beliung muncul dalam banyak ukuran namun umumnya berbentuk corong kondensasi yang terlihat jelas yang ujungnya yang menyentuh bumi menyempit dan sering dikelilingi oleh awan yang membawa puing-puing.

Angin puting beliung umumnya memiliki kecepatan angin 177 km/jam atau lebih dengan rata-rata jangkauan 75 m dan menempuh beberapa kilometer sebelum menghilang. Beberapa puting beliung yang mencapai kecepatan angin lebih dari 300–480 km/jam memiliki lebar lebih dari satu mil (1.6 km) dan dapat bertahan di permukaan dengan lebih dari 100 km.

Meskipun puting beliung telah diamati di tiap benua kecuali Antartika, tornado lebih sering terjadi di Amerika Serikat. Puting beliung juga umumnya terjadi di Kanada bagian selatan, selatan-tengah dan timur Asia, timur-tengah Amerika Latin, Afrika Selatan, barat laut dan tengah Eropa, Italia, barat dan selatan Australia, dan Selandia Baru.

Tanda-Tanda Putting Beliung

Angin puting beliung memiliki tanda atau ciri-ciri khas yang dapat dikenal. Dikutip dari laman penanggulanganbencana.denpasarkota.go.id, tanda dan ciri-ciri angin putting beliung adalah:

1. Udara panas dan gerah.

2. Dilangit tampak ada pertumbuhan awan kumulus (awan putih bergerombol berlapislapis).

3. Awan tiba-tiba berubah dari warna putih menjadi hitam pekat (awan Cumulonimbus).

4. Ranting pohon dan daun-daun bergoyang cepat karena tertiup angin yang terasa sangat dingin.

5. Jika fenomena ini terjadi, kemungkinan besar hujan diasertai angin kencang akan datang.

Proses Terjadinya Angin Puing Beliung

Proses terjadinya Angin Puting Beliung biasanya terjadi pada musim pancaroba pada siang hari suhu udara panas, pengap dan awan hitam mengumpul. Akibat radiasi matahari di siang hari tumbuh awan secara vertical, selanjutnya didalam awan tersebut terjadi pergolakan arus udara naik dan turun dengan kecepatan yang cukup tinggi.

Arus udara yang turun dengan kecepatan tinggi menghembus kepermukaan bumi secara tiba-tiba dan berjalan secara acak.

Penyebab terjadinya Angin Puting Beliung

Angin puting beliung terjadi karena perbedaan tekanan udara yang ekstrim di satu wilayah. Udara panas dan dingin bertemu sehingga saling bentrok dan terbentuklah puting beliung.

Dampak terjadinya Angin Puting Beliung

Angin puting beliung dapat menimbulkan berbagai dampak berupa bahaya kerusakan yang signifikan, seperti:

1. Berdampak pada kerusakan properti berupa umah, bangunan, dan kendaraan akibat terpaan angin kencang.

2. Dapat mengakibatkan gangguan infrastruktur, berupa pohon tumbang atau tiang listrik roboh mengakibatkan gangguan listrik dan transportasi.

3. Dapat menimbulkan korban jiwa dan luka-luka akibat puing-puing yang terbawa angina.

4. Terganggunya kegiatan ekonomi.

Cara Menghadapi dan Upaya Pengurangan Resiko Angin Putting Beliun

Masih dari laman penanggulanganbencana.denpasarkota.go.id, untuk mengurangi risiko sebagai dampak dari fenomena angina putting beliung, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan:

1. Kenali bulan – bulan pancaroba di wilayah tempat tinggal kita.

2. Apabila terlihat awan yang tiba-tiba gelap, semula cerah sebaiknya untuk tidak mendekati daerah awan gelap tersebut.

3. Cepat berlindung atau menjauh dari lokasi kejadian, mengingat fenomena tersebut sangat cepat.

4. Mengadakan penghijauan, karena dengan adanya penghijauan udara tidak terlalu panas sehingga tidak terjadi perbedaan panas yang dapat menimbulkan adanya angin puting beliung.

5. Jika terdapat pohon yang rimbun dan tinggi serta rapuh agar segera di tebang untuk mengurangi beban berat pada pohon dimaksud.

6. Apabila terjadi angin puting beliung menghindar dari pepohonan tinggi yang rapuh karena biasa tertimpa pohon, dan cari tempat yang aman.

7. Membuat rumah yang permanen dan kuat

8. Bila terjadi angin puting beliung, bila kita didalam rumah hindari berdiri dekat jendela yang terbuat dari bahan kaca.

9. Matikan segera aliran listrik dan peralatan elektronik lainnya, juga matikan kompor yang menyala.

10. Membuat tempat perlindungan di bawah tanah apabila tempat tinggal sering terjadi angin puting beliung.

11. Jika anda sedang mengedarai mobil, segeralah berhenti dan tinggalkan kendaraan anda serta carilah tempat perlindungan tedekat yang dianggap aman.

Angin puting beliung adalah fenomena alam yang tak dapat dihindari, namun dampaknya bisa diminimalkan dengan kesiapsiagaan. Edukasi dan kesadaran masyarakat sangat penting untuk menghadapi bencana ini. Dengan memahami tanda-tandanya dan mengambil langkah pencegahan, kita dapat melindungi diri dan lingkungan dari ancaman yang ditimbulkan.

“Alam sering memberi peringatan, tugas kita adalah mendengarkan dan bersiap.”

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....