Harta dalam Perspektif Islam
- 01 Nov 2024 13:15 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda : Harta dalam perspektif Islam terbagi menjadi dua, yaitu harta terpuji dan harta tercela. Dalam hadist Rasulullah Saw bicara tentang harta tercela adalah hadits riwayat Ibnu Hibban dan Imam Ahmad bin Hanbal bahwa Rasulullah Saw bersabda yang maknanya, “Setiap umat memiliki fitnah (ujian dan cobaan), dan fitnah umatku adalah harta”.
Sementara, di antara hadits yang memuji harta adalah hadits riwayat Imam Ahmad bin Hanbal dari sahabat Amr bin Ash bahwa Nabi bersabda yang maknanya, “Sebaik-baik harta yang baik adalah harta yang dimiliki oleh orang yang shalih”.
“ Umat yang memiliki harta akan memiliki ujian. Harta yang dihasilkan dengan cara yang tidak diharamkan maka harta tersebut akan menjadi penolong, “ terang Ustaz Drs. KH. M. Khozin, M.Pd di acara Mutiara Pagi RRI Pro 1 Samarinda.
Hal tersebut seiring dengan sabda Rasulullah Saw dalam hadits riwayat Imam Muslim, yang maknanya, “Sesungguhnya harta ini seperti tanaman yang indah nan hijau. Orang yang memperolehnya dengan cara yang benar dan menempatkannya pada jalan yang benar, maka harta itu akan menjadi penolongnya (untuk taat dan memperoleh pahala). Dan barangsiapa memperolehnya dengan cara yang tidak benar, maka ia seperti orang yang makan dan tidak pernah merasa kenyang”.
Ustaz Khozin menjelaskan, umat Islam memiliki kewajiban terkait harta, yaitu menafkahi orang yang menjadi tanggung jawab, hak – hak orang lain yang wajib dipenuhi berupa zakat, menopang dakwah Islamiyah dengan harta.
“ Orang yang berderma untuk dakwah Islam adalah orang yang beruntung . Bentuk derma tersebut bisa dilakukan seperti membangun mesjid, sekolah, madrasah atau mendanai pendidikan islam. Menginfakan harta untuk kegiatan sosial atau menyantuni fakir miskin, “ terang Ustaz Khozin.
Allah Swt telah berfirman jika orang yang berderma untuk dakwah Islam adalah orang yang beruntung dalam QS Saf ayat 10-11, “ Wahai orang-orang yang beriman! Maukah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui.’’
“ Mumpung kita masih hidup, kalau punya harta banyak mari kita belanjakan harta tersebut di jalan Allah,” pesan Ustaz Khozin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....