Musibah, Ujian, Cobaan dan Bala

  • 19 Okt 2024 12:01 WIB
  •  Samarinda


KBRN, Samarinda : Dalam kehidupan tidak akan terlepas dari kesulitan yang ditimpakan Allah kepada umatnya baik itu musibah, ujian, cobaan maupun bala. Keempat bentuk kesulitan tersebut mempunyai makna dan tingkat kesulitan yang berbeda.

Musibah adalah kesulitan dari Allah Swt kepada orang yang bermaksiat dan kurang dekat kepada Allah sementara kehidupannya bergelimang kenikmatan.

“ Dalam kehidupan ada orang yang kurang beribadah akan tetapi nikmat Allah begitu berlimpah. Kita tidak perlu iri pada orang seperti itu karene bisa jadi orang tersebut sedang berada pada posisi istidraj dan kenikmatan tersebut akan dicabut oleh Allah dalam bentuk musibah, “ terang Zainiyatul Muhibah, S.H.I

Diketahui istidraj artinya pembiaran, yaitu pembiaran karena tidak mau berhenti melakukan hal-hal yang memalukan (maksiat). Istidraj merupakan peringatan keras dari Allah SWT.

Bentuk kesulitan kedua yaitu ujian. Tingkat kesulitan ujian diketahui lebih ringan dari musibah. Allah Swt berfirman dalam QS Al Baqarah ayat 186, Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai kemampuannya.

Lain halnya dengan cobaan, cobaan diberikan oleh Allah pada hambanya yang melakukan dosa dalam jangka pendek. Seperti dicontohkan Ustazah Zainiyatul cobaan yang dialami dalam kehidupan berumah tangga.

“ Contohnya, ketika seorang suami meminta tolong pada istrinya membuatkan kopi, tapi istri menunda-nunda, hingga akhirnya terpeleset. Terpeleset ini adalah teguran yang diberikan langsung oleh Allah Swt agar hambanya bertaubat, “ terang narasumber dari kantor Kementerian Agama Kota Samarinda ini.

Lain halnya dengan bala, bala merupakan kesalahan yang dilakukan orang lain tetapi kita mendiamkannya sehingga ikut merasakan akibatnya.

“ Misalnya ketika kita tahu jika membuang sampah sembarangan akan akan menyebabkan banjir, tapi kita mendiamkannya. Maka ketika banjir terjadi, kita akan ikut merasakannya, “ kata Ustazah Zainiatul di acara Mutiara Pagi RRI Pro 1 Samarinda.

Untuk itu,menurut Ustazah Zainiatul, dalam Islam dianjurkan untuk saling menasehati. Jika melihat kemunkaran ingatkan dengan tangan, lisan dan yang terlemah dengan doa.

Hal tersebut sesuai sabda Rasulullah dalam HR Muslim, dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa dari kalian melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangannya. Jika tidak bisa, ubahlah dengan lisannya. Jika tidak bisa, ingkarilah dengan hatinya, dan itu merupakan selemah-lemahnya iman.”

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....