CKG di Samarinda Terkendala Input Data, ASIK Kemenkes Belum Terintegrasi

  • 21 Sep 2026 14:26 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Samarinda menghadapi kendala pada proses penginputan data hingga disebut berdampak pada angka capaian CKG di Kota Tepian yang dinilai rendah.

Hal ini diungkapkan Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Samarinda sekaligus Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Melliyani Agustini. Ia menjelaskan, selama ini petugas harus memasukkan data yang sama lebih dari satu kali di Aplikasi ASIK milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Sebab, aplikasi tersebut belum terintegrasi dengan sistem pelayanan yang digunakan di puskesmas.

"Walaupun sebenarnya sempat ada perbaikan dari Kemenkes disinergikan dengan e-Puskesmas, tetapi sampai sekarang implementasinya masih belum bisa. Jadi teman-teman harus menginput berkali-kali," kata Melliyani, dikutip pada Senin, 21 September 2026.

Selain tidak tersinergi dengan e-Puskesmas, penginputan menjadi berulang lantaran pencatatan CKG di ASIK terbagi menjadi dua kategori, yakni umum dan khusus sesuai alur layanan. Keduanya, kata Melliyani, wajib diisi oleh petugas.

Sementara, sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki puskesmas maupun Dinas Kesehatan terbatas. Terlebih, ketika CKG dilaksanakan di luar ruangan.

"Kalau melaksanakan CKG gampang aja yang jadi masalah adalah penginputannya sehingga capaian kita untuk CKG itu rendah. Misalnya, kita CKG di luar gedung, enggak mungkin langsung menginput sedangkan antreannya sudah panjang. Biasanya dibuat manual dulu baru besoknya bisa input ke aplikasi," kata Melliyani.

Karena itu, ia berharap ada evaluasi dari pusat terhadap sistem penginputan CKG. Menurutnya, penginputan akan lebih efektif apabila hanya menggunakan satu aplikasi yang terintegrasi ke semua sistem.

Hal ini pun telah Melliyani sampaikan kepada Kementerian Kesehatan, meski realisasinya masih dalam proses.

"Dari dua tahun lalu ada monev dari Kemenkes. Kalau bisa kita input di e-Puskesmas sudah langsung masuk ke ASIK atau cukup kita input di salah satu kategori. Sudah disampaikan, tapi baru tahun ini kayaknya mau terintegrasi antar kategori umum dan khusus di ASIK," ucapnya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....