Menghidupkan Pengalaman Beragama Melalui Al-Qur’an

  • 16 Agt 2026 10:19 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Al-Qur’an tidak hanya menjadi kitab suci yang dibaca dalam waktu-waktu tertentu, tetapi juga merupakan petunjuk kehidupan yang mengarahkan manusia dalam membangun hubungan dengan Allah SWT, sesama manusia, dan lingkungan. Pesan tersebut menjadi bahasan dalam tausiyah Mutiara Pagi Pro 1 RRI Samarinda, Rabu, 12 Agustus 2026, bersama Ustadz Dr. Mustamin Fata, M.Pd. dari Universitas Islam Negeri Sultan Haji Muhammad Idris Samarinda (UINSI Samarinda).

Dalam tausiyah bertema “Menghidupkan Pengalaman Beragama Melalui Al-Qur’an” tersebut, Ustadz Mustamin mengajak umat Islam untuk tidak berhenti pada kemampuan membaca dan mengetahui ajaran agama. Menurutnya, pengetahuan agama perlu diubah menjadi kesadaran yang hidup dan tercermin dalam perilaku sehari-hari.

Ia menjelaskan, mengetahui banyak hal tentang Allah belum tentu berarti seseorang telah mengenal Allah secara mendalam. Karena itu, hubungan seorang Muslim dengan Al-Qur’an perlu melalui proses yang lebih jauh, mulai dari tilawah, kemudian tadabur, hingga melahirkan pengenalan kepada Allah atau ma’rifatullah.

“Al-Qur’an itu sejatinya diturunkan tidak hanya agar kita bisa membaca dengan baik, tetapi juga bagaimana Al-Qur’an itu menjadi petunjuk dalam kehidupan kita. Karena itu, hubungan kita dengan Al-Qur’an sejatinya tidak berhenti pada tilawah, tetapi harus bergerak menuju tadabur dan praktik amal sehari-hari,” ujar Ustadz Mustamin.

Menurutnya, tilawah tetap memiliki kedudukan penting dan tidak boleh ditinggalkan. Namun, membaca Al-Qur’an hendaknya dilanjutkan dengan upaya memahami makna dan menghubungkan pesan ayat dengan kehidupan. Tadabur, kata dia, merupakan perjalanan batin untuk memasuki makna ayat dan membiarkannya berbicara kepada diri sendiri.

Ustadz Mustamin memberikan contoh ketika seseorang membaca ayat tentang kesabaran. Pertanyaan yang seharusnya muncul bukan hanya mengenai arti ayat tersebut, melainkan apakah dirinya telah mampu bersabar. Demikian pula ketika membaca ayat tentang amanah dan larangan berkhianat, seseorang perlu melakukan introspeksi terhadap amanah yang sedang dijalankan.

Al-Qur’an juga menghadirkan pengalaman manusia melalui kisah para nabi. Kisah Nabi Ibrahim, Nabi Musa, dan Nabi Yusuf, misalnya, tidak semata-mata untuk diketahui sebagai sejarah, tetapi mengandung ibrah atau pelajaran yang dapat diterapkan dalam kehidupan. Dari kisah Nabi Ibrahim, umat diajak melihat proses mencari dan mengenal Allah, sedangkan kisah Nabi Musa menggambarkan pengalaman memperoleh pertolongan Allah dalam situasi yang sulit.

Pengalaman beragama melalui Al-Qur’an juga berkaitan dengan kemampuan manusia membaca tanda-tanda kebesaran Allah di alam. Menurut Ustadz Mustamin, memperhatikan makanan, lingkungan, pergantian malam dan siang, serta berbagai ciptaan Allah dapat menjadi sarana untuk melahirkan kesadaran bahwa tidak ada ciptaan Allah yang sia-sia.

Dalam dialog bersama pendengar, ia juga menekankan pentingnya menjaga hubungan dengan alam sebagai bagian dari pengamalan nilai Al-Qur’an. Menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, serta menanam dan menjaga pohon merupakan bentuk kepedulian terhadap alam dan bagian dari kesadaran keagamaan.

“Jangan hanya membaca Al-Qur’an, tetapi biarkan Al-Qur’an membaca diri kita. Ketika membaca ayat tentang kesabaran, tanyakan apakah saya sudah sabar; ketika membaca tentang amanah, tanyakan apakah saya sudah amanah. Dengan cara itu, Al-Qur’an menjadi cermin dalam hidup kita,” ucap Ustadz Mustamin.

Ia menegaskan, kehidupan bersama Al-Qur’an perlu diwujudkan dalam perilaku nyata. Ketika Al-Qur’an berbicara tentang kejujuran, manusia dituntut menjadi jujur; ketika berbicara tentang amanah, manusia harus menjaga amanah; dan ketika berbicara tentang kasih sayang, manusia perlu menghadirkannya dalam hubungan dengan sesama. Dengan demikian, Al-Qur’an tidak hanya indah terdengar ketika dibaca, tetapi benar-benar hidup dalam diri dan kehidupan umat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....