TKA Kaltim Lampaui Nasional, Bukti Pendidikan Bumi Etam Makin Berkualitas
- 24 Jun 2026 20:40 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Provinsi Kalimantan Timur kembali menorehkan prestasi di sektor pendidikan. Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) menunjukkan capaian kompetensi peserta didik Kaltim berada di atas rata-rata nasional pada seluruh indikator utama literasi, menandakan peningkatan kualitas pendidikan yang semakin signifikan.
Data Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur mencatat capaian pemahaman tekstual siswa Kaltim mencapai 50,89 persen, melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 49,21 persen. Pada aspek pemahaman inferensial, Kaltim meraih 44,42 persen dibanding nasional 43,21 persen, sementara pada evaluasi dan apresiasi mencapai 46,02 persen atau lebih tinggi dari capaian nasional sebesar 45,32 persen.
Pengolah Data dan Informasi Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur sekaligus Koordinator Teknis Tes Kemampuan Akademik Kaltim, Nur Taufik, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak yang selama ini konsisten meningkatkan kualitas pembelajaran.
"Yang paling utama adalah kemauan dan kemampuan siswa. Yang kedua dari guru melalui metode pembelajaran dan dinamika digitalisasi pendidikan. Yang ketiga adalah kolaborasi antar kabupaten dan kota yang benar-benar mempersiapkan seluruh perangkat, media ajar, komunitas belajar, dan aktivitas lainnya untuk bersama-sama mencerdaskan kehidupan bangsa," ujarnya.
Menurut Taufik, capaian tersebut menjadi indikator bahwa kualitas pendidikan di Kalimantan Timur terus bergerak ke arah yang lebih baik. Ia menilai peningkatan ini sangat berarti karena sebelumnya capaian literasi siswa masih berkutat pada kisaran 40 persen.
"Kalau kita melihat perkembangannya sudah luar biasa naik. Selama ini kita tidak punya ukuran yang berada di atas 50 persen. Namun melalui berbagai inovasi yang dilakukan, sekarang kita sudah mencapai posisi di atas 50 persen. Itu menjadi capaian yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir," katanya.
Ia menambahkan, berdasarkan hasil pengukuran terbaru, terjadi peningkatan yang cukup signifikan hingga mencapai sekitar 20,1 persen dibandingkan capaian sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan berbagai program penguatan pendidikan yang dijalankan pemerintah daerah mulai memberikan dampak nyata terhadap kemampuan akademik peserta didik.
Untuk mendukung peningkatan kualitas tersebut, Dinas Pendidikan Kaltim menjalankan sejumlah program strategis. Di antaranya pengembangan platform digitalisasi pendidikan yang digagas melalui UPTD Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan, penguatan komunitas belajar guru, pembinaan kompetensi tenaga pendidik, hingga pengembangan ruang kolaborasi melalui platform Rumah Pendidikan.

"Pertama ada pengembangan platform digitalisasi pendidikan. Kedua, komunitas belajar yang terus mendorong guru meningkatkan kompetensinya. Ketiga, pembinaan guru dan pengembangan kompetensi melalui ruang GTK. Terakhir, ruang kolaborasi antara guru, murid, dan orang tua melalui Rumah Pendidikan," ujarnya.
Taufik juga menegaskan peran guru menjadi salah satu faktor penting dalam peningkatan kemampuan literasi dan numerasi siswa. Menurutnya, para guru kini semakin adaptif terhadap teknologi dan mampu mengembangkan pembelajaran yang lebih kontekstual serta berbasis pemecahan masalah.
"Guru-guru kita sekarang sudah bergerak menggunakan teknologi. Mereka tidak hanya berfokus pada pemahaman benar atau salah, tetapi juga mengembangkan kemampuan inferensial siswa dengan menjadikan persoalan di masyarakat sebagai bahan pembelajaran untuk menyelesaikan masalah," katanya.
Selain itu, inovasi pembelajaran terus berkembang melalui komunitas belajar guru atau Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Setiap semester dilakukan evaluasi dan pengembangan metode baru yang mengedepankan pembelajaran menyenangkan serta pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam.
Ke depan, Dinas Pendidikan Kaltim menargetkan seluruh sekolah dapat berpartisipasi dalam pelaksanaan TKA. Selain itu, pihaknya juga menargetkan peningkatan capaian akademik hingga mencapai nilai 80 persen sebagai simbol kesiapan peserta didik dan tenaga pendidik menghadapi perkembangan teknologi dan literasi masa depan.
"Harapan kami seluruh sekolah bisa berpartisipasi 100 persen. Target berikutnya adalah nilai 80. Jika angka itu tercapai, artinya sebagian besar peserta didik dan guru sudah mampu beradaptasi dengan teknologi terbaru dan perkembangan literasi yang terus berubah," ujarnya.
Di akhir wawancara, Taufik mengajak guru, siswa, dan orang tua untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mendukung proses belajar. Menurutnya, investasi terbaik adalah pendidikan, sehingga seluruh pihak harus menjaga semangat belajar dan memanfaatkan berbagai platform pendidikan yang telah tersedia.
"Pendidikan adalah investasi terbaik yang tidak akan pernah rugi. Guru terus mengembangkan kompetensi, orang tua mendampingi proses belajar anak, dan siswa menjaga semangat belajar. Kolaborasi inilah yang akan membawa pendidikan Kaltim semakin maju," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....