WPN-6 Resmi Berproduksi, Mahakam Perkuat Energi Nasional

  • 11 Jun 2026 09:34 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Balikpapan - Platform WPN-6 milik PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) resmi berproduksi (onstream) di Lapangan Lepas Pantai Sisi Nubi, Wilayah Kerja Mahakam, Kalimantan Timur. Keberhasilan ini menjadi tonggak sejarah penting karena WPN-6 merupakan platform keempat yang sukses beroperasi dari total enam platform yang dikembangkan dalam Proyek Sisi Nubi Area of Interest 1-3-5 (SNB AOI 1-3-5).

Langkah ini memperkuat posisi Kalimantan sebagai pilar utama ketahanan energi nasional sekaligus mendukung penuh target swasembada energi pemerintah. Proses onstream platform WPN-6 dimulai melalui pengaktifan dua sumur gas utama: Sumur NB-601: Mulai beroperasi pada 5 Juni 2026 dengan produksi awal sebesar 6 MMSCFD, Sumur NB-603: Menyusul pada 8 Juni 2026 dengan capaian produksi sebesar 8 MMSCFD.

Melalui proses optimalisasi dan stabilisasi fasilitas produksi, kedua sumur ini ditargetkan mampu mendongkrak produksi gas hingga mencapai 20 MMSCFD.

Keberhasilan WPN-6 menggenapi pencapaian tiga platform terdahulu yang telah berproduksi lebih awal yaitu, WPS-4 (4 Desember 2025)WPS-5 (23 Februari 2026) dan WPN-7 (23 Maret 2026).

Rangkaian keberhasilan ini membuktikan komitmen PHM dalam menjaga ritme pengembangan lapangan migas secara konsisten, terintegrasi, dan tepat waktu tanpa mengesampingkan standar keselamatan kerja yang ketat.

General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menegaskan bahwa proyek SNB AOI 1-3-5 adalah langkah strategis perusahaan untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional.

"Penerapan inovasi dan teknologi menjadi kunci kami untuk mempertahankan tingkat produksi, sekaligus menahan laju penurunan produksi alamiah pada lapangan-lapangan migas yang sudah matang (mature)," ujar Setyo pada Rabu, 10 Juni 2026.

Ia juga menambahkan bahwa proyek investasi ini berjalan di bawah dukungan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) sebagai induk usaha. Seluruh operasional hulu migas dilaksanakan agar tetap selamat, andal, patuh, dan memberikan nilai tambah yang sejalan dengan visi menjadi perusahaan energi nasional terdepan.

Sebelum resmi mengalirkan gas, tim PHM sukses melewati berbagai tahapan pengujian kritis untuk menjamin keandalan fasilitas, antara lain:

• Uji Emergency Shutdown (ESD): Memastikan sistem keselamatan darurat berfungsi optimal.

• Well Clean Up: Pembersihan sumur sebelum masuk ke fase produksi.

• Leak Test Gas Nitrogen: Memastikan seluruh fasilitas pipa dan platform bebas dari kebocoran.

"Kolaborasi lintas tim serta dukungan dari seluruh pemangku kepentingan internal dan eksternal adalah kunci utama di balik kesuksesan proyek ini," kata Setyo.

Sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di bawah pengawasan SKK Migas, PHM berkomitmen menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) untuk menghasilkan energi yang ramah lingkungan demi mewujudkan semangat #EnergiKalimantanUntukIndonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....