Samarinda Ulu Sinkronkan Data Stunting dan Program Makan Bergizi Gratis
- 03 Jun 2026 21:30 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda- Pemerintah Kecamatan Samarinda Ulu terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan program kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat berjalan tepat sasaran hingga tingkat kelurahan.
Upaya tersebut dibahas dalam Lokakarya Mini Lintas Sektor Triwulan II Tahun 2026 yang digelar di Aula Kecamatan Samarinda Ulu, Rabu 3 Juni 2026, dengan melibatkan berbagai instansi mulai dari puskesmas, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, Polsek, Koramil hingga pemerintah kelurahan.
Camat Samarinda Ulu, Sujono mengatakan kegiatan tersebut rutin dilaksanakan setiap tiga bulan sebagai ruang sinkronisasi pelaksanaan program kesehatan masyarakat lintas sektor. Hal ini dikatakannya kepada RRI.co.id, Rabu 3 Juni 2026.
Menurutnya, koordinasi tersebut penting dilakukan untuk memetakan berbagai persoalan kesehatan masyarakat sekaligus memastikan program pemerintah berjalan efektif dan tidak tumpang tindih di lapangan.
“Ini memang selalu kami laksanakan untuk mensinkronisasi pelaksanaan program, terutama di bidang kesehatan lintas sektor. Kami ingin melihat apakah ada permasalahan kesehatan masyarakat yang perlu mendapat perhatian bersama,” ujarnya.
Salah satu fokus pembahasan dalam lokakarya tersebut yakni sinkronisasi data penanganan stunting, gizi buruk hingga pelaksanaan program pemberian makanan tambahan yang selama ini dijalankan puskesmas di wilayah Samarinda Ulu.
Selain itu, peserta juga membahas validasi data sasaran balita dan kelompok masyarakat yang berisiko mengalami stunting sebagai bagian dari dukungan terhadap program nasional percepatan penurunan stunting.
Menurut Sujono, akurasi data menjadi hal penting agar bantuan dan intervensi pemerintah benar-benar diterima kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Dalam forum tersebut, pemerintah kecamatan juga mulai melakukan koordinasi terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis atau MBG yang kini mulai diarahkan tidak hanya bagi anak sekolah, tetapi juga kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu pasca melahirkan dan anak usia PAUD.
“Kami ingin memastikan jangan sampai sasaran yang sudah menerima pemberian makanan tambahan dari program kesehatan juga mendapatkan program yang sama dari MBG. Itu yang sedang kami koordinasikan agar tidak terjadi tumpang tindih,” katanya.
Ia menilai sinergi antarinstansi menjadi kunci penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat kecamatan, terutama di tengah upaya pemerintah menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi keluarga.
Melalui sinkronisasi data dan koordinasi lintas sektor tersebut, Pemerintah Kecamatan Samarinda Ulu berharap berbagai program kesehatan masyarakat dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....