PPDI Kaltim Komitmen Perjuangkan Peluang Kerja Setara untuk Disabilitas

  • 08 Mei 2026 10:55 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Kesempatan kerja yang setara bagi penyandang disabilitas menjadi perhatian serius organisasi Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kalimantan Timur yang dibahas dalam Program Ruang Disabilitas dan Inklusi Pro 1 RRI Samarinda. Topik ini menyoroti pentingnya membuka akses dunia kerja yang inklusif tanpa diskriminasi terhadap penyandang disabilitas, sekaligus mendorong perusahaan dan pemerintah untuk memberikan peluang kerja yang adil, ramah, dan berkelanjutan bagi seluruh kalangan.

Menghadirkan tiga narasumber, yakni Rinda W. Prasetyo, Supi Setia Rini, dan Nurul Widayani. Ketiganya menyampaikan bagaimana seharusnya upaya membangun lingkungan kerja yang lebih ramah dan terbuka bagi teman-teman disabilitas di Kalimantan Timur.

Dalam dialog tersebut dijelaskan bahwa salah satu langkah nyata membuka peluang kerja inklusif yang telah dilakukan melalui kegiatan lomba mewarnai dan kitchen tour bagi penyandang disabilitas yang digelar pada 25–26 April 2026. Kegiatan itu tidak hanya menjadi ajang kreativitas, tetapi juga memperkenalkan peserta pada dunia kerja di industri makanan cepat saji.

Rinda W. Prasetyo mengatakan Burger King secara nasional telah menjalankan program inklusif bertajuk “Sunyi Bersuara” sejak 2018. Program tersebut dirancang untuk merangkul penyandang disabilitas, khususnya tunarungu dan tunawicara, agar dapat bekerja di sektor industri makanan cepat saji.

“Kami ingin teman-teman disabilitas bisa melihat dunia kerja secara langsung dan kami juga bisa mengenal potensi mereka. Tujuannya agar nanti bisa sama-sama berada di ruang kerja yang inklusif,” ujar Rinda dalam dialog tersebut.

Ia menjelaskan, kegiatan kitchen tour di Samarinda mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Dari target awal sekitar 30 peserta, jumlah peserta yang hadir mencapai 50 orang selama dua hari pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk menemukan calon tenaga kerja disabilitas yang potensial di Samarinda.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Supi Setia Rini, mengatakan program tersebut memang dirancang untuk membuka peluang magang bagi penyandang disabilitas usia 15 hingga 23 tahun. Dari hasil kegiatan itu, lima peserta telah dipilih untuk mengikuti program magang di Burger King Samarinda.

“Kami ingin membuka peluang kerja magang untuk teman-teman disabilitas. Kalau hasil magangnya bagus, mereka punya kesempatan untuk bekerja di sana,” kata Supi Setia Rini dikutip Jumat 8 Mei 2026.

Di sisi lain, Nurul Widayani dari PPDI Kalimantan Timur menilai akses kerja bagi penyandang disabilitas di daerah masih menghadapi tantangan. Meski regulasi mengenai kuota tenaga kerja disabilitas sudah ada, implementasinya dinilai belum sepenuhnya berjalan, terutama di sektor swasta yang masih sering menilai keterbatasan fisik dibanding kemampuan kerja.

“Teman-teman disabilitas itu mampu, tetapi mereka perlu diberi kesempatan lebih dulu. Jangan takut mencoba sebelum melihat kemampuan mereka secara langsung,” ujar Nurul Widayani.

Dengan kegiatan seperti ini, para narasumber berharap semakin banyak perusahaan di Kalimantan Timur yang membuka ruang kerja inklusif bagi penyandang disabilitas. Selain meningkatkan kemandirian ekonomi, kesempatan kerja yang setara juga dinilai penting untuk membangun rasa percaya diri, produktivitas, dan partisipasi sosial penyandang disabilitas di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....