Produksi Perikanan Budidaya Kaltim 2026 Ditarget Tembus 280 Ribu Ton
- 08 Mei 2026 08:21 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menargetkan produksi perikanan budidaya mencapai lebih dari 280 ribu ton sepanjang tahun 2026. Target tersebut dipasang seiring meningkatnya kebutuhan pangan, penguatan sektor ekonomi biru, hingga persiapan daerah sebagai penyangga kebutuhan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kabid Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim, Irma Listyawati mengatakan, produksi perikanan budidaya Kaltim terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, pada tahun 2025 produksi perikanan budidaya Kaltim mencapai 245.144 ton atau meningkat sekitar 11,49 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara pada tahun 2026, pemerintah menargetkan produksi naik menjadi sekitar 280 ribu ton.
“Target itu kami dorong melalui fasilitasi kepada masyarakat pembudidaya, pembinaan teknis, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar produksi dan kualitas hasil budidaya terus meningkat,” katanya, Jumat 8 Mei 2026.
Ia menjelaskan, komoditas unggulan budidaya di Kalimantan Timur saat ini meliputi udang windu, kepiting, bandeng, rumput laut, dan ikan kerapu. Lima komoditas tersebut menjadi fokus pengembangan karena memiliki potensi pasar domestik maupun ekspor yang besar.
DKP Kaltim juga menilai peningkatan produksi tidak cukup hanya mengandalkan luas lahan budidaya, tetapi harus diiringi penguatan kualitas SDM pembudidaya. Karena itu, pemerintah aktif menggelar pelatihan teknis terkait pengelolaan budidaya, penggunaan teknologi sederhana, hingga penguatan manajemen usaha perikanan.
Selain itu, persoalan tingginya harga pakan masih menjadi tantangan utama yang dihadapi pembudidaya di daerah. Kondisi tersebut bahkan menyebabkan sebagian pelaku usaha memilih berhenti berbudidaya dan beralih profesi ke sektor lain.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, DKP Kaltim mulai mendorong program pakan mandiri melalui pelatihan dan bantuan mesin pembuat pakan kepada kelompok pembudidaya.
“Pakan ini salah satu faktor paling mendasar dalam budidaya. Karena harga pakan mahal, ada pembudidaya yang enggan melanjutkan usahanya. Maka kami dorong pelatihan pakan mandiri,” ujarnya.
Irma menambahkan, penguatan sektor budidaya tidak hanya berdampak terhadap peningkatan produksi pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi masyarakat pesisir dan pedesaan. Sektor ini dinilai mampu menjadi alternatif penggerak ekonomi baru di tengah transformasi pembangunan Kalimantan Timur.
Ia optimistis target produksi tahun 2026 dapat tercapai apabila dukungan pembinaan, ketersediaan sarana produksi, dan sinergi pemerintah daerah dengan pelaku usaha terus diperkuat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....