Guru Besar Unibraw: Hilirisasi SDA Kalimantan Perlu Nilai Tambah dan Kemandirian

  • 06 Mei 2026 10:44 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Jatim - Guru Besar Gunawan Prayitno dari Universitas Brawijaya menegaskan bahwa kebijakan hilirisasi di Pulau Kalimantan harus beralih dari sekadar narasi menjadi implementasi konkret yang berdampak langsung pada perekonomian daerah.

Dalam paparannya, Prof. Gunawan menilai hilirisasi kini telah menjadi agenda kebijakan nasional.

Namun, tantangan utama terletak pada bagaimana strategi tersebut diterjemahkan ke tingkat wilayah, khususnya di Kalimantan, agar mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing ekonomi lokal.

Gunawan menjelaskan, fokus kebijakan tidak boleh berhenti pada slogan, melainkan harus menjawab pertanyaan mendasar seperti komoditas apa yang akan diolah, di mana proses nilai tambah dilakukan, siapa pelaku utamanya, serta bagaimana manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat setempat. “Implementasi menjadi kunci. Tanpa itu, hilirisasi hanya akan menjadi wacana,” ujarnya. Rabu, 6 Mei 2026, pada Capacity Building Opinion Maker Wilayah Kalimantan. Garapan Bank Indonesia Republik Indonesia.

Kalimantan dinilai memiliki potensi besar karena didukung sumber daya alam yang melimpah, seperti sektor pertambangan, perkebunan, kehutanan, perikanan, hingga energi. Selain itu, keberadaan proyek strategis nasional seperti Ibu Kota Nusantara (IKN) serta pengembangan kawasan industri dan pelabuhan membuka peluang baru bagi penguatan hilirisasi di wilayah tersebut.

Meski demikian, Prof. Gunawan mengingatkan bahwa tantangan utama adalah mengubah komoditas mentah menjadi produk bernilai tambah di dalam wilayah. Hal ini membutuhkan sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat, serta dukungan infrastruktur dan kebijakan yang tepat sasaran.

Sumber daya alam Kalimantan melimpah, tapi saatnya naik kelas: dari bahan mentah menuju produk bernilai tambah. Dengan pengolahan lokal, inovasi, dan akses pasar yang kuat, Kalimantan bisa menjadi motor ekonomi berdaya saing tinggi di tingkat nasional hingga global. ( Foto: RRI/Ridzki/ Unibraw).

Prof. Gunawan menekankan bahwa keberhasilan hilirisasi di Kalimantan akan sangat ditentukan oleh kemampuan daerah dalam memperkuat pengolahan lokal dan memastikan manfaat ekonomi tidak keluar dari wilayah. Dengan demikian, hilirisasi dapat menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....