Bedah Rumah Kaltim 2026 Melejit, 3.000 RTLH di Balikpapan Diperbaiki

  • 06 Mei 2026 04:55 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Balikpapan - Pemerintah melakukan akselerasi masif dalam penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Pada tahun 2026, kuota program untuk Provinsi Kalimantan Timur mengalami lonjakan signifikan hingga menyentuh angka 3.000 unit, naik tajam dibandingkan alokasi tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 655 unit.

Program gagasan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) ini menjadi strategi utama dalam mengurangi angka kesenjangan kepemilikan rumah (backlog), dengan Kota Balikpapan sebagai salah satu wilayah prioritas.

Guna memastikan efektivitas di lapangan, jadwal pelaksanaan bedah rumah di Balikpapan dipercepat dari rencana awal 20 Mei menjadi 15 Mei 2026, dengan target penyelesaian pada 15 Agustus 2026. Sebanyak 39 Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) telah dikerahkan untuk mengawal proses pembangunan agar berjalan optimal.

Kolaborasi Lintas Sektor

Keberhasilan peningkatan kuota ini merupakan buah kolaborasi berbagai pihak. Selain sokongan Kementerian PKP yang menambah sekitar 700 unit, Pemerintah Provinsi Kaltim turut berkontribusi sebanyak 500 unit, dan Pemerintah Kota Balikpapan menambah 100 unit.

Menteri PKP, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa percepatan ini adalah wujud nyata kehadiran negara. "Program ini tidak hanya memperbaiki fisik hunian, tetapi juga memicu dampak ekonomi bagi masyarakat. Kami menjamin pelaksanaan yang transparan, tepat sasaran, dan tanpa pungutan apa pun karena sepenuhnya bersumber dari APBN," ujar Maruarar, pada Selasa 5 Mei 2026.

Senada dengan hal tersebut, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menekankan pentingnya sinergi anggaran melalui skema gotong royong. Ia mengapresiasi daerah yang memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) tinggi untuk turut mengalokasikan anggaran perumahan.

"Penyelesaian RTLH dilakukan secara bertahap sesuai kondisi keuangan negara. Skema gotong royong dengan melibatkan Pemerintah Daerah sangat krusial agar program ini menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan," ujar Tito kepada RRI, saat meninjau salah satu lokasi di pinggir jalan raya yang kondisinya memprihatinkan.

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, turut memastikan komitmen daerah untuk terus menambah kuota bantuan agar lebih banyak warga yang merasakan manfaat peningkatan kualitas tempat tinggal.

Harapan Baru bagi Warga Teritip

Kebahagiaan mendalam dirasakan oleh Nur, warga Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur. Setelah enam tahun tinggal di rumah kayu yang nyaris roboh, rumahnya kini resmi terdaftar dalam program bedah rumah. Nur, yang sehari-hari bekerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu, mengaku tak mampu memperbaiki rumahnya secara mandiri.

"Kondisinya memang sudah sangat memprihatinkan. Saya sangat bersyukur atas bantuan dari pengurus RT yang mengusulkan rumah kami. Ini menjadi harapan baru agar keluarga saya bisa tinggal dengan lebih aman dan nyaman," ucap Nur penuh rasa haru.

Program BSPS 2026 ini diharapkan menjadi momentum besar bagi Kalimantan Timur untuk bertransformasi menuju kawasan dengan kualitas hunian yang layak dan sehat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....