Mandiri Pangan, BUMDes Loa Duri Ulu Sukses Kelola Usaha Ayam Petelur

  • 01 Mei 2026 11:53 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Permata Desa Loa Duri Ulu, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, sukses mengembangkan usaha ayam petelur guna memperkuat ketahanan pangan lokal. Menggunakan alokasi 20 persen dana desa tahun 2026, unit usaha ini kini mampu memproduksi puluhan piring telur setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan warga dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan pasar.

Direktur BUMDes Permata Loa Duri Ulu, Muhammad Rafi'i Hamdi, menjelaskan bahwa inisiatif ini bermula dari kewajiban pengelolaan dana ketahanan pangan yang diamanatkan pemerintah desa. "Kami mencoba mengelola dana yang ada dengan membuat usaha ayam petelur yang dimulai sejak awal tahun 2026. Saat ini, produksi kami sudah mencapai 20 hingga 24 piring per hari," ujarnya saat memberikan keterangan dikutip pada Jumat, 1 Mei 2026..

Bibit ayam didatangkan langsung dari Balikpapan pada usia 15 minggu dan mulai produktif bertelur saat memasuki usia 17 hingga 18 minggu. Meskipun sempat menghadapi kendala teknis seperti cuaca ekstrem dan tingkat kematian ayam, pengurus BUMDes bergerak cepat melakukan koordinasi dengan Dinas Peternakan untuk langkah antisipasi dan perbaikan manajemen kandang.

Sistem penjualan dilakukan secara mandiri oleh tim BUMDes dengan menyasar toko-toko lokal maupun melayani pembelian langsung di lokasi kandang. Uniknya, harga telur dipatok berdasarkan berat timbangan, di mana harga tertinggi dibanderol Rp65.000 untuk berat di atas 60 gram per butir telur, sementara harga terendah berada di angka Rp35.000, tergantung pada hasil penimbangan.

Keberhasilan produksi ini diklaim mampu memberikan dampak ekonomi nyata, baik bagi pengelola maupun masyarakat sekitar. Pendapatan yang dihasilkan saat ini sudah mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pakan secara mandiri serta memberikan honor tetap bulanan bagi para pekerja yang merupakan warga setempat, sehingga menciptakan lapangan kerja baru di desa.

Visi utama dari unit usaha ini bukan sekadar mengejar profit, melainkan memberikan manfaat sosial bagi warga Desa Loa Duri Ulu. Harga yang ditawarkan sengaja dipatok di bawah harga pasar grosir guna membantu daya beli masyarakat. Jika di luar harga telur rata-rata mencapai Rp70.000, BUMDes menjualnya seharga Rp65.000 per piring.

"Mudah-mudahan ini terus berjalan sehingga memberi manfaat kepada warga karena kita menjual harga di bawah pasar. Kami ingin warga sekitar bisa merasakan langsung hasil daripada BUMDes desa melalui ketersediaan pangan yang murah dan berkualitas," ujar Rafi’i sebagai penutup.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....