PSGO Dukung Asta Cita, Sawit Pilar Swasembada Energi dan Pangan di Kaltim
- 28 Apr 2026 20:58 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Balikpapan - Industri kelapa sawit nasional kian memperkokoh posisinya sebagai pilar strategis dalam menyukseskan misi Asta Cita, khususnya pada sasaran swasembada pangan dan kedaulatan energi melalui program biodiesel B40-B50. Sejalan dengan visi tersebut, PT Palma Serasih Tbk (PSGO) melaporkan pencapaian kinerja keuangan dan operasional yang solid sepanjang tahun buku 2025.
Perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp2,55 triliun, tumbuh signifikan sebesar 20 persen secara tahunan (year-on-year). Pertumbuhan ini berbanding lurus dengan peningkatan laba bersih yang mencapai Rp442,8 miliar, naik 26,3 persen dibandingkan periode sebelumnya. Efisiensi operasional dan produktivitas perkebunan menjadi kunci utama bagi Perseroan dalam menjaga margin EBITDA tetap sehat di angka 29,5 persen.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan, Astrida Niovita Bachtiar, menegaskan performa impresif ini merupakan landasan bagi Perseroan untuk terus berkontribusi pada ketahanan ekonomi nasional. "Pertumbuhan berkelanjutan dicapai melalui praktik manajemen terbaik dan efisiensi aset, guna menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," ujarnya pada Selasa, 28 April 2026.
Dalam mendukung aspek swasembada, PSGO mencatat volume produksi Tandan Buah Segar (TBS) inti sebanyak 355,2 ribu ton dengan produksi Crude Palm Oil (CPO) mencapai 140,2 ribu ton. Dengan produktivitas yield sebesar 17,8 ton per hektar yang masih berpotensi meningkat, Perseroan berperan aktif dalam menjamin ketersediaan bahan baku energi terbarukan di dalam negeri.
Selaras dengan semangat Asta Cita dalam pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan, Perseroan konsisten menerapkan kebijakan No Deforestation, No Peat, No Exploitation (NDPE). Hingga saat ini, PSGO mengelola lebih dari 28 ribu hektar area tertanam di Kalimantan Timur dengan standar sertifikasi ISPO, ISCC, dan GGL.
Di sisi sosial, kemitraan petani plasma yang terjalin sejak 2009 serta kolaborasi konservasi biodiversitas termasuk rehabilitasi habitat orangutan, menjadi bukti nyata ekspansi industri sawit berjalan beriringan dengan kesejahteraan lokal dan perlindungan ekosistem.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat akselerasi misi Asta Cita menuju Indonesia yang mandiri secara pangan dan energi melalui hilirisasi industri sawit yang bertanggung jawab.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....