DP3AKB Balikpapan Gandeng PWI Cegah Kekerasan Digital Anak
- 28 Apr 2026 14:18 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Balikpapan - Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan menggelar sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan merangkul Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Balikpapan, Selasa 28 April 2026. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat sinergi lintas sektor dalam menekan angka kekerasan yang kian menantang di era digital.
Pelaksana Tugas Kepala DP3AKB Kota Balikpapan, Nursyamsiarni D. Larose, menegaskan edukasi dari sisi hulu merupakan kunci utama. Menurutnya, media massa memiliki kekuatan besar dalam membentuk pola pikir dan pemahaman masyarakat melalui informasi yang disajikan.
"Komunikasi melalui media dalam bentuk apa pun mampu membangun bingkai informasi (framing) yang tepat. Kami berharap dukungan semua pihak untuk lebih masif mengunggah konten edukasi, seperti pola pengasuhan anak melalui infografis singkat yang mudah dipahami publik," ujar Nursyamsiarni.
Senada dengan hal tersebut, Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kaltim, AKBP Musliadi Mustafa, mengingatkan para insan pers agar tetap mengedepankan etika peliputan yang ramah korban. Ia menekankan pentingnya melindungi identitas korban, terutama anak-anak, dengan tidak menyebutkan nama maupun alamat secara mendetail.
"Narasi publik harus fokus pada penegakan hukum terhadap pelaku dan perlindungan bagi korban. Polda Kaltim terus membangun jaringan dengan awak media dan Dewan Pers untuk memastikan pemberitaan tidak menyudutkan korban," ucap Musliadi.
Di sisi lain, Sekretaris PWI Balikpapan, Maulana, mengapresiasi inisiatif DP3AKB yang melibatkan sedikitnya 50 jurnalis dalam kegiatan ini. Maulana memaparkan data bahwa kasus kekerasan di Balikpapan menunjukkan tren peningkatan; pada tahun 2025 tercatat sebanyak 222 kasus, naik tipis dari 220 kasus di tahun 2024.
"Peran media sangat krusial agar masyarakat memahami prosedur penanganan kekerasan. Dengan keterlibatan aktif jurnalis, kita dapat memberikan dampak positif dalam melindungi hak-hak rentan," kata Maulana.
Upaya kolaboratif ini juga menjadi wujud nyata implementasi program Asta Cita Prabowo-Gibran, khususnya poin ke-4 yang berfokus pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), kesetaraan gender, serta penguatan perlindungan perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan. Melalui digitalisasi informasi yang sehat, diharapkan Balikpapan mampu menjadi kota yang lebih aman dan responsif terhadap isu perlindungan kemanusiaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....