BKKBN Kaltim Soroti Stunting 19,8 Persen, Program GENTING Diperkuat
- 12 Apr 2026 11:56 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - BKKBN Kalimantan Timur menyoroti masih tingginya angka prevalensi stunting di Indonesia sebagai salah satu tantangan utama pembangunan sumber daya manusia. Berdasarkan data terakhir tahun 2024, angka stunting masih berada di kisaran 19,8 persen. Angka ini menunjukkan bahwa upaya penanganan stunting masih memerlukan penguatan di berbagai lini.
Hal tersebut disampaikan dalam sosialisasi program GENTING yang digelar secara daring pada Jumat 10 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh petugas lapangan, kader, serta pemangku kepentingan terkait. Sosialisasi ini menjadi bagian dari langkah percepatan penurunan stunting di Indonesia.
Sub Tim Umum, Humas, dan Pengelolaan BMN BKKBN Kaltim, Ajeng Ayu Erika, menyebut angka tersebut masih berada di atas target nasional yang telah ditetapkan pemerintah. Sebelumnya, pemerintah menargetkan angka stunting dapat turun hingga 18,8 persen pada periode sebelumnya. Namun capaian tersebut belum sepenuhnya terealisasi.
“Kita berharap hasil tahun 2025 maupun 2026 nanti ada penurunan signifikan terhadap angka prevalensi stunting di Indonesia,” katanya.
Ajeng menjelaskan program GENTING difokuskan pada keluarga berisiko stunting, khususnya yang berada pada kelompok ekonomi rendah. Sasaran prioritas berada pada desil 1, namun dalam implementasinya juga dapat menjangkau desil 2 dan 3. Pendekatan ini dilakukan agar intervensi lebih menyentuh kelompok yang paling membutuhkan.
Kelompok sasaran utama meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai kelompok rentan. Selain itu, remaja juga dinilai memiliki peran penting dalam pencegahan stunting melalui edukasi sejak dini. Dengan demikian, upaya pencegahan tidak hanya bersifat jangka pendek tetapi juga berkelanjutan.
Program GENTING dirancang sebagai bagian dari intervensi terpadu yang melibatkan berbagai pihak. Penanganan tidak hanya difokuskan pada aspek kesehatan, tetapi juga mencakup kondisi sosial dan ekonomi keluarga. Hal ini dilakukan untuk memastikan penyebab stunting dapat ditangani secara menyeluruh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....