IKN Kembangkan Pertanian Regeneratif lewat Panen Padi Gogo

  • 10 Apr 2026 16:39 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Nusantara – Hamparan lahan pertanian di Muara Jawa menjadi saksi semangat kolaborasi dalam mendukung ketahanan pangan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Melalui panen bersama Padi Gogo yang digelar Kamis 9 April 2026, Otorita IKN menegaskan pembangunan Nusantara tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga penguatan sektor pertanian berkelanjutan.

Kegiatan panen bersama ini mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam satu ruang dialog terbuka guna menyerap aspirasi petani terkait masa depan pertanian di kawasan penyangga IKN.

Perwakilan PT Pupuk Kalimantan Timur, Joko, mengatakan pengembangan pertanian di wilayah IKN akan diarahkan menggunakan konsep pertanian regeneratif yang lebih ramah lingkungan.

“Untuk wilayah IKN ini, kami akan menyesuaikan konsep di IKN sendiri karena pertaniannya berbasis regeneratif. Jadi walaupun kami punya pupuk kimia, penggunaannya akan sangat diminimalkan. Ke depan kami ingin mendorong penggunaan pupuk organik dan kompos,” ujarnya.

Menurutnya, pihak perusahaan siap berkolaborasi dengan Otorita IKN dalam mendukung pengembangan pertanian berkelanjutan di kawasan tersebut.

Panen bersama ini juga menjadi bukti berkembangnya budidaya Padi Gogo sebagai hasil kolaborasi penelitian dengan Institut Pertanian Bogor (IPB), sekaligus bagian dari program pemberdayaan masyarakat di sektor pertanian.

Dalam kesempatan itu, sejumlah kelompok tani turut menyampaikan berbagai kebutuhan di lapangan, mulai dari pembinaan teknis hingga sarana pendukung produksi.

Perwakilan Kelompok Wanita Tani (KWT) Nauli Muara Jawa, Diana, berharap adanya pendampingan lebih lanjut untuk pengembangan lahan pekarangan produktif.

“Kami memohon bimbingan agar kelompok wanita tani di Muara Jawa bisa lebih maju, terutama dalam pengelolaan lahan pekarangan dan tempat pengolahan hasil pertanian,” katanya.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Maju Sejahtera, Sarnu, menyoroti kebutuhan alat dan mesin pertanian serta pupuk yang masih menjadi kendala utama petani.

“Keluhan kami sebagai kelompok tani adalah alsintan dan pupuk. Itu yang utama,” ujarnya.

Ia juga menekankan perlunya perhatian terhadap akses jalan menuju lahan pertanian guna menunjang distribusi hasil panen dan aktivitas produksi petani.

Di tengah percepatan pembangunan Nusantara, sektor pertanian dinilai tetap memegang peran penting sebagai penopang ekosistem kawasan dan ketahanan pangan daerah.

Melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, pengembangan pertanian di wilayah sekitar IKN diharapkan terus tumbuh dan berjalan seiring dengan prinsip pembangunan berkelanjutan yang diusung pemerintah.

Panen raya ini bukan sekadar momentum hasil produksi, tetapi juga menjadi penanda bahwa pertanian tetap memiliki ruang strategis dalam masa depan pembangunan Ibu Kota Nusantara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....