Lapas Tenggarong Bangun Kandang Ayam, Perkuat Pembinaan dan Ketahanan Pangan
- 09 Apr 2026 19:52 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Tenggarong – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Timur mendorong penguatan pembinaan kemandirian warga binaan melalui pembangunan kandang ayam petelur sebagai Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) di Lapas Tenggarong, Kamis 9 April 2026. Program ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam meningkatkan keterampilan sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.
Kegiatan peletakan tiang pertama tersebut dipimpin Kepala Kanwil Ditjenpas Kaltim, Endang Lintang Hardiman, bersama perwakilan Kepala UPT Pemasyarakatan dan pejabat struktural. Turut hadir Kepala Lapas Perempuan Tenggarong, Riva Dilyanti, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan program pembinaan berbasis keterampilan produktif.
Endang Lintang Hardiman menegaskan pembangunan kandang ayam petelur ini tidak sekadar infrastruktur, tetapi menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan untuk menguasai keterampilan di bidang peternakan.
“Kandang ayam petelur ini nantinya akan dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan kemandirian bidang peternakan yang akan dilaksanakan oleh warga binaan Lapas Tenggarong,” ujarnya.
Ia menambahkan, program ini juga merupakan bagian dari implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya pada sektor ketahanan pangan nasional.
“Pembangunan ini diharapkan dapat menyukseskan dukungan ketahanan pangan sekaligus memberikan bekal keterampilan bagi warga binaan setelah menjalani masa pidana,” katanya.
Sementara itu, Kepala Lapas Tenggarong, Suparman, menjelaskan bahwa kandang ayam petelur akan dibangun dengan kapasitas total 6.000 ekor. Fasilitas tersebut akan terdiri dari enam unit kandang, dengan masing-masing kandang mampu menampung sekitar 1.000 ekor ayam.
“Nantinya kita akan bangun enam kandang dan masing-masing mampu menampung sebanyak 1.000 ekor,” katanya.
Menurutnya, keberadaan sarana ini tidak hanya mendukung program pembinaan di dalam lapas, tetapi juga berpotensi memberikan kontribusi nyata bagi sektor peternakan di Kabupaten Kutai Kartanegara. Selain itu, program ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar.
Program Sarana Asimilasi dan Edukasi ini menjadi bagian dari pendekatan pembinaan yang berorientasi pada kemandirian dan produktivitas warga binaan. Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya menjalani masa hukuman, tetapi juga dibekali keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.
Dengan adanya pembangunan kandang ayam petelur ini, Lapas Tenggarong diharapkan dapat menjadi salah satu model pembinaan berbasis ketahanan pangan di Kalimantan Timur, sekaligus memperkuat peran pemasyarakatan dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....