CKG Sekolah Rakyat di Samarinda Bantu Deteksi Dini Penyakit Pelajar
- 30 Mar 2026 11:17 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto terus memberikan dampak nyata bagi pelajar, khususnya di Sekolah Rakyat Terintegrasi 58 Sempaja, Samarinda. Selain meningkatkan kesadaran kesehatan, program ini juga mampu mendeteksi dini berbagai penyakit pada siswa.
Wakil Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 58 Sempaja, Yunita Ainur Rizkiah, mengungkapkan dalam pelaksanaan CKG, ditemukan sejumlah siswa yang memerlukan penanganan lanjutan. “Kemarin ada beberapa anak yang dirujuk, misalnya karena karies gigi, gigi berlubang, hingga batuk yang sudah berlangsung beberapa hari,” ujar Yunita, saat dialog bersama RRI dikutip Senin 30 Maret 2026.
Ia menjelaskan, siswa yang terindikasi masalah kesehatan langsung diarahkan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. “Hari ini ada beberapa yang dirujuk ke puskesmas, bahkan ada yang dilanjutkan ke rumah sakit. Penanganannya bisa dibilang cukup cepat,” kata Yunita.
Menurutnya, kehadiran program CKG membuat siswa merasa lebih diperhatikan. “Anak-anak merasa diperhatikan karena ketika sakit, mereka langsung diantar ke puskesmas. Jika perlu tindakan lanjutan, mereka bisa dirujuk ke rumah sakit,” ucapnya.
Yunita juga menilai adanya perubahan perilaku pada siswa terkait kesadaran kesehatan. “Sekarang mereka lebih peduli dengan kondisi tubuhnya. Sedikit-sedikit mereka melapor, misalnya sakit perut atau batuk pilek,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi ini berbeda dengan sebelumnya, terutama bagi siswa yang berasal dari daerah dengan akses layanan kesehatan terbatas. “Kalau di rumah, mungkin mereka tidak terlalu memperhatikan kondisi kesehatannya. Namun di sekolah, mereka menjadi lebih peduli dan terbuka,” kata Yunita.
Dari sisi pembiayaan, seluruh siswa telah terfasilitasi melalui jaminan kesehatan. “Semua siswa menggunakan BPJS Kesehatan. Bagi yang berasal dari luar daerah, BPJS-nya dipindahkan ke fasilitas kesehatan di Samarinda,” ucapnya.
Sementara itu, Penanggung Jawab Kesehatan Anak Usia Sekolah dan Remaja Puskesmas Sempaja, Silvidiana, menjelaskan mekanisme tindak lanjut bagi siswa yang terindikasi penyakit. “Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan, kami memberikan catatan agar siswa datang ke puskesmas untuk pemeriksaan lanjutan,” ujarnya.
Ia mencontohkan beberapa kasus yang umum ditemukan. “Misalnya telinga kotor perlu dibersihkan atau gigi berlubang yang harus ditambal. Semua itu ditindaklanjuti di puskesmas,” kata Silvi.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa jika kondisi tidak dapat ditangani di puskesmas, maka pasien akan dirujuk ke rumah sakit. “Jika membutuhkan penanganan lebih lanjut, pasien akan dirujuk dengan memanfaatkan fasilitas BPJS Kesehatan,” ucapnya.
Melalui program CKG, pemerintah tidak hanya menghadirkan layanan kesehatan gratis, tetapi juga memastikan adanya sistem rujukan yang jelas. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan pelajar sekaligus mendukung proses belajar yang lebih optimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....