FKUB Kaltim Ajak Jaga Harmoni Ramadan dan Nyepi
- 18 Mar 2026 09:33 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalimantan Timur mengajak seluruh masyarakat menjaga suasana damai, toleran, dan penuh kebersamaan selama Ramadan 1447 Hijriah yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi, Rabu 19 Maret 2026.
Momentum tersebut juga beriringan dengan pelaksanaan sidang isbat penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah oleh Kementerian Agama yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Maret 2026 atau bertepatan 29 Ramadan 1447 Hijriah.
Sekretaris FKUB Kalimantan Timur, Abdul Hadi, dalam keterangannya di Samarinda, Rabu 18 Maret 2026, mengatakan kondisi ini menjadi momen penting untuk memperkuat harmoni dan saling menghormati antarumat beragama.
Ia menyebut, tradisi toleransi dan kebersamaan telah menjadi budaya yang terus dijaga masyarakat Kalimantan Timur dalam berbagai momentum keagamaan, termasuk Ramadan dan perayaan hari besar lainnya.
“Kita saling mengunjungi dalam konteks relasi sosial, rekan-rekan dari Muslim juga hadir. Demikian juga saat Hari Raya Idulfitri dilaksanakan kebersamaan yang baik, dan ini selalu kita jaga,” ujarnya.
Menurutnya, hubungan sosial lintas umat tidak hanya terjadi saat Ramadan, tetapi juga dalam berbagai kegiatan keagamaan lainnya. Hal tersebut tercermin melalui silaturahmi, kunjungan, serta kolaborasi antar komunitas.
Ia menekankan, menjaga kerukunan tidak dapat dilakukan secara sendiri, melainkan membutuhkan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat. Setiap aktivitas keagamaan diharapkan tetap mengedepankan sikap saling menghargai.
“Dalam kerangka menciptakan relasi sosial yang baik, kita wanti-wanti jangan sampai terjadi gesekan yang tidak kita inginkan,” ucapnya.
FKUB Kaltim juga terus memperkuat koordinasi lintas lembaga, tokoh agama, serta instansi pemerintah guna mengantisipasi berbagai dinamika di masyarakat, termasuk menjelang pelaksanaan sidang isbat.
Sidang isbat penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah dijadwalkan dimulai pada pukul 16.00 WIB dan menjadi acuan penetapan Hari Raya Idulfitri di Indonesia.
Menurut Abdul Hadi, komunikasi, koordinasi, serta kolaborasi menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas sosial di tengah keberagaman masyarakat.
“Intinya kolaborasi, koordinasi, komunikasi, saling mengerti satu sama lain. Insyaallah tidak ada hal-hal yang tidak kita inginkan,” katanya.
FKUB optimistis, dengan tradisi toleransi yang telah mengakar, masyarakat Kalimantan Timur mampu menjaga suasana tetap kondusif, sehingga Ramadan, Hari Raya Nyepi, dan Idulfitri dapat berlangsung aman dan penuh kebersamaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....