FKUB Kaltim Siapkan Harmoni Sosial di tengah Pembangunan IKN

  • 16 Feb 2026 20:12 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Pembangunan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur terus berjalan dan diproyeksikan menjadi ibu kota politik pada 2028. Seiring proses tersebut, arus pendatang dari berbagai daerah mulai terasa dan diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan, membawa keragaman latar belakang suku, budaya, dan agama ke Benua Etam.

Di tengah dinamika itu, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalimantan Timur menegaskan komitmennya menjaga harmoni sosial agar pembangunan tidak hanya berdampak secara ekonomi, tetapi juga memperkuat persaudaraan antarmasyarakat.

Sekretaris FKUB Kaltim, Abdul Hadi, mengatakan pihaknya telah mulai melakukan berbagai langkah antisipatif menyikapi perkembangan kawasan IKN. Salah satunya melalui koordinasi lintas pihak yang belum lama ini digelar langsung di kawasan IKN.

“Beberapa hari lalu kami diundang rapat koordinasi dan ditempatkan di IKN. Ini bagian dari kesiapan kita bersama. Kehadiran IKN tentu membawa pendatang dari bermacam suku dan agama, dan itu harus kita sambut dengan kesiapan sosial,” katanya kepada rri.co.id, Senin 16 Februari 2026 di Samarinda.

Menurut Abdul Hadi, kunci menjaga stabilitas sosial terletak pada penguatan generasi lokal. Ia menilai masyarakat Kalimantan Timur memiliki modal sosial yang kuat, selama nilai kebersamaan dan sikap saling menghormati terus ditanamkan sejak dini.

“Kalau pembekalan generasi kita kuat, insya Allah tidak akan mudah terganggu oleh hal-hal di sekitar. Kita harus fokus pada cara berpikir yang positif, menanamkan bahwa kehadiran IKN ini membawa dampak baik bagi pengembangan Kaltim, dan yang paling menikmati nanti adalah anak-anak kita,” ujarnya.

Ia menambahkan, FKUB juga menjalankan program FKUB Goes to School sebagai upaya menanamkan moderasi beragama kepada pelajar. Program ini diarahkan untuk membangun kesadaran hidup rukun dalam perbedaan, sejalan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika.

“Kita berbeda-beda, tapi tetap satu. Kita hormati satu sama lain dalam kerangka sosial, saling berinteraksi dengan baik. Kehadiran IKN harus kita maknai sebagai momentum memperkuat persatuan,” katanya.

Abdul Hadi berharap pembangunan IKN membawa keberkahan bagi Kalimantan Timur, meski ia mengakui terdapat dampak yang perlu dihitung dan dibicarakan bersama. Karena itu, FKUB aktif membuka ruang diskusi dengan berbagai elemen masyarakat, tokoh agama, akademisi, hingga komunitas lintas iman, sebagai bagian dari ikhtiar menjaga kedamaian.

“Mudah-mudahan IKN membawa kebaikan bagi Kaltim. Tentu ada tantangan, tapi itu kita bahas dalam forum-forum yang bermakna, lewat dialog dan diskusi, agar harmoni sosial tetap terjaga,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....