Pemenuhan Gizi di Kaltim Masih Terbatas, KPPG Tingkatkan Akses
- 16 Feb 2026 15:24 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Pemenuhan gizi masyarakat di Kalimantan Timur masih menghadapi tantangan signifikan. Berdasarkan data terbaru, dari total 372 potensi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di provinsi ini, baru 118 yang saat ini beroperasi secara aktif.
Hal itu disampaikan Koordinator SPPG Regional Provinsi Kaltim, Binti Maulina Putri, saat dialog bersama RRI dalam program Halo Kaltim Pro1 Samarinda. “Kami dari KPPG terus berupaya menata sistem agar layanan bisa merata,” ujar Putri kepada RRI, dikutip Senin 16 Februari 2026. Ia menambahkan, belum meratanya layanan gizi berdampak pada efektivitas program di wilayah terpencil.
Dikatakannya, KPPG merupakan unit pelaksana teknis di setiap provinsi yang berada di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional. “Kami melihat fenomena tersebut dan saat ini banyak membenahi sistem, termasuk revisi petunjuk teknis yang sudah sampai edisi keempat,” ucapnya.
Ia menekankan, pengelolaan SPPG tidak mudah karena melibatkan kerja sama dengan berbagai yayasan dan mitra. “Untuk melahirkan satu dapur, biaya investasi yang dikeluarkan oleh mitra atau yayasan sekitar satu sampai dua miliar rupiah,” ucap Putri.
Dalam prosesnya, KPPG mengutamakan transparansi bagi semua mitra yang ingin bergabung. “Kami terbuka untuk pendaftaran melalui portal mitra.bgn.go.id, meskipun saat ini portal sedang tutup karena sebagian mitra masih melengkapi sarana dan prasarananya,” katanya menambahkan.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan. “Dari awal hingga sekarang, kami terus belajar bagaimana mencapai tujuan program agar benar-benar berhasil di lapangan. Kami optimis dengan perbaikan sistem dan partisipasi mitra, layanan gizi dapat semakin merata dan menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....