OIKN Tegaskan Hentikan Deforestasi Kaltim Lewat Kebijakan Ketat
- 09 Feb 2026 08:40 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menegaskan komitmennya dalam menekan laju deforestasi di Kalimantan Timur yang saat ini tercatat mencapai sekitar 4.000 hektare per tahun. Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN, Myrna Asnawati Safitri, dalam Rapat Senat Terbuka dan Dies Natalis ke-37 Politeknik Pertanian Negeri Samarinda, Senin 9 Februari 2026.
Myrna Asnawati Safitri, yang merupakan salah satu pejabat tinggi di lingkungan OIKN, menegaskan, persoalan deforestasi harus ditangani secara serius dan terukur. “Angka deforestasi di Kalimantan Timur masih cukup tinggi, sekitar 4.000 hektare per tahun. Ini menjadi tantangan besar bagi kita semua,” ujarnya.
Menurut Myrna, OIKN telah mengambil kebijakan strategis dengan tidak lagi menambah areal bukaan baru dalam kawasan pengembangan Ibu Kota Nusantara. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan tidak mengorbankan keberlanjutan lingkungan. “Kami berkomitmen, tidak ada lagi penambahan bukaan lahan baru,” katanya tegas.
Selain itu, OIKN juga memastikan tidak lagi menerbitkan izin baru yang berpotensi meningkatkan tekanan terhadap kawasan hutan. Ia menekankan, seluruh kebijakan perizinan harus sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. “Pendekatan kami jelas, pembangunan harus berjalan, tetapi kelestarian lingkungan tidak boleh dikorbankan,” ucap Myrna.
Penegakan hukum di kawasan konservasi menjadi perhatian khusus, terutama di Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto. Myrna menegaskan, OIKN akan memperkuat pengawasan dan koordinasi lintas sektor. “Tahura Bukit Soeharto adalah kawasan strategis yang harus dijaga. Penegakan hukum akan kami lakukan secara konsisten,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Myrna juga menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendukung kebijakan lingkungan. Menurutnya, kontribusi akademisi sangat dibutuhkan dalam menyediakan riset dan inovasi berbasis data. “Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membantu pemerintah merumuskan kebijakan yang berbasis ilmu pengetahuan,” ucapnya.
Rapat Senat Terbuka dan Dies Natalis ke-37 Politeknik Pertanian Negeri Samarinda menjadi momentum penguatan kolaborasi antara OIKN dan dunia pendidikan. OIKN berharap sinergi tersebut dapat mendorong terwujudnya pembangunan Ibu Kota Nusantara yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....