Bahaya Sampah Elektronik yang Masih Diabaikan

  • 25 Jan 2026 07:21 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Masih banyak masyarakat yang membuang barang rongsokan seperti baterai bekas dan perangkat elektronik secara sembarangan. Tanpa disadari, kebiasaan tersebut berpotensi menimbulkan dampak berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia.

Sampah elektronik (e-waste) menjadi salah satu jenis limbah yang masih kerap dibuang tanpa pengelolaan yang tepat. Padahal, limbah elektronik mengandung berbagai zat berbahaya yang dapat mencemari lingkungan serta mengancam kesehatan apabila tidak dikelola secara benar.

Hal tersebut disampaikan Ananda Bayu Saputra, Direktur Bank Sampah Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman (Faperta Unmul), saat dialog dalam program Green Radio Pro1 Samarinda, Sabtu (24/1/2026).

“Masih banyak masyarakat yang menganggap sampah elektronik sama dengan sampah rumah tangga biasa. Padahal, di dalamnya terdapat logam berat dan bahan kimia berbahaya,” ujar Bayu.

Menurutnya, berbagai jenis sampah elektronik seperti ponsel rusak, kabel, baterai bekas, hingga peralatan elektronik yang sudah tidak terpakai mengandung unsur berbahaya, antara lain timbal dan merkuri. Jika dibuang ke tempat pembuangan akhir tanpa pengelolaan khusus, zat-zat tersebut berpotensi mencemari tanah dan air.

“Jika belum mengetahui harus dibuang ke mana, lebih baik disimpan terlebih dahulu daripada dibuang sembarangan,” katanya.

Bayu berharap, upaya menjaga lingkungan melalui pengelolaan bank sampah, khususnya sampah elektronik, dapat terus digencarkan. Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang berkelanjutan.

“Suatu saat nanti kita mampu mencapai zero waste dan zero emission. Semua itu berawal dari kesadaran kecil yang dimulai dari rumah kita sendiri,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....