Prevalensi Narkoba Naik 2,11 Persen, Remaja Paling Rentan

  • 25 Jan 2026 05:28 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda — Angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia kembali mengalami kenaikan. Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama BRIN dan BPS yang dipaparkan pada akhir tahun 2025, prevalensi penyalahgunaan narkoba tercatat mencapai 2,11 persen atau setara dengan sekitar 4,15 juta jiwa pada kelompok usia 15–64 tahun.

Kenaikan tersebut menjadi perhatian serius, terutama karena kelompok usia remaja masih menjadi salah satu yang paling rentan terpapar narkoba. Hal ini disampaikan oleh M. Irsyad Furqoni, dari Ganas Annar MUI Kalimantan Timur dalam obrolan SPADA Kamis, 22 Januari 2026.

“Kalau kita lihat, usia yang dikategorikan produktif itu 15 sampai 64 tahun. Kemudian 15 sampai 25 tahun dan 25 sampai 49 tahun itu yang mayoritas remajanya menggunakan narkoba,” ujarnya.

Ia menjelaskan, terdapat tiga faktor utama yang membuat remaja mudah terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Faktor pertama adalah pencarian identitas diri.

“Kenapa remaja rentan? Karena mereka mencari identitas. Sebenarnya saya ini siapa, mau ngapain, kemudian muncul rasa penasaran,” katanya, menjelaskan.

Menurut Irsyad, pada fase tersebut remaja cenderung memilih lingkungan yang dianggap “asik”. Namun, tidak jarang lingkungan tersebut justru membawa pengaruh negatif.

“Rata-rata mereka cari yang asik. Ternyata yang asik itu mengajak ke hal-hal yang negatif. Akhirnya mencoba karena penasaran, lalu berlanjut ke penggunaan berikutnya, bertahap, sampai akhirnya menjadi adiksi,” katanya.

Faktor kedua berkaitan dengan kondisi lingkungan, khususnya di Samarinda. Meski berbagai upaya pencegahan telah dilakukan, jumlah pengguna narkoba masih tergolong tinggi.

“Ini sebenarnya bisa juga dilihat sebagai keberhasilan. Angka orang yang ingin mendapatkan layanan rehabilitasi semakin banyak. Artinya kesadaran masyarakat mulai tumbuh, mereka mulai tahu kalau memakai itu harus ke mana,” katanya.

Namun demikian, ia menilai masih maraknya penjualan dan peredaran gelap narkoba menjadi tantangan besar.

“Masih banyak yang jualan. Kalau tidak ada yang jualan, penyebarannya bisa berkurang,” ujarnya.

Faktor ketiga adalah minimnya edukasi diri mengenai bahaya narkoba. Menurut Irsyad, remaja perlu mendapatkan informasi dari sumber yang resmi dan dapat dipercaya.

“Mereka harus mengedukasi diri tentang bahaya narkoba. Caranya secara resmi, ke BNN, Ganas Annar, guru BK, atau dosen. Jadi referensi yang dipakai itu sesuai,” ujarnya.

Ia menilai, edukasi yang tepat akan membuat remaja lebih sadar terhadap risiko narkoba. “Ketika mereka tahu menurut pemerintah sendiri narkoba itu tidak baik, mereka akan lebih aware,” ujarnya.

Irsyad juga memaparkan dampak narkoba terhadap kondisi psikologis dan perilaku remaja. Penggunaan narkoba, kata dia, biasanya diawali dari coba-coba, lalu berlanjut menjadi kebiasaan.

“Ketika kebiasaan itu tidak dilakukan, muncul rasa tidak nyaman secara psikologis. Bisa marah-marah, tidak produktif, tidak disiplin sekolah, yang tadinya rajin jadi berubah,” katanya.

Ia menegaskan bahwa perubahan perilaku pengguna narkoba umumnya tampak signifikan, mulai dari semangat yang terlihat semu hingga ketergantungan yang semakin kuat akibat efek stimulan yang hanya bersifat sementara dan mendorong peningkatan dosis.

Risiko kambuh pun masih mengintai, bahkan bagi mantan pengguna yang telah menjalani rehabilitasi, karena keinginan mencoba kembali kerap berujung pada relapse dengan proses terapi yang justru lebih panjang.

“Banyak kejadian ‘nyantap sekali’ akhirnya balik lagi. Dan kalau sudah relapse, terapinya akan lebih lama karena merasa sudah punya ilmu,” katanya.

Karena itu, ia menilai pencegahan harus diperkuat sejak dini, salah satunya dengan memperbanyak kegiatan positif bagi remaja agar mereka terhindar dari lingkungan yang tidak produktif dan menjauh dari penyalahgunaan narkoba.

“Kalau kegiatannya positif, wishlist-nya enggak ada narkoba. Tapi kalau ketemu teman-teman yang enggak produktif, akhirnya pakai,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....