Arus Balik PELNI Balikpapan Bergelombang, Puncak Diprediksi 30 Maret

  • 29 Mar 2026 13:30 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID,Balikpapan - Karakteristik arus balik Lebaran tahun 2026 ini tercatat berbeda dibandingkan dengan fase arus mudik. Jika arus mudik cenderung memadati satu atau dua armada secara serentak, arus balik kali ini terpantau datang secara bergelombang.

Kepala Cabang PT PELNI (Persero) Balikpapan,Ridwan Mandaliko, menjelaskan bahwa kedatangan penumpang telah dimulai sejak tanggal 23, 24, dan 26 Maret, hingga berlanjut pada hari ini, 29 Maret.

"Puncak arus balik sendiri diprediksi akan terjadi pada esok hari, 30 Maret, dengan kedatangan kapal dari Surabaya," ucapnya kepada RRI di temui pada Minggu, 29 Maret 2026 di sela-sela memantau penumpang turun dari KM Bukit Siguntang.

Pada hari ini, tercatat dua kapal sandar di Pelabuhan Balikpapan:

• KM Bukit Siguntang: Bertolak dari Makassar dan Pare-Pare dengan membawa penumpang turun sebanyak 1.816 orang.

• KM Dorolonda: Bertolak dari Surabaya dengan membawa penumpang turun sebanyak 1.396 orang.

Selain kedua armada tersebut, KM Dobonsolo dijadwalkan tiba besok dari Surabaya untuk mengangkut sisa gelombang arus balik.

Secara keseluruhan, Ridwan mengatakan, pelaksanaan angkutan mudik dan balik tahun ini dinilai berjalan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. PELNI Balikpapan memastikan tidak ada kendala berarti dalam operasional pelayanan. "Kelancaran ini didukung oleh kesiapan armada, sistem penjualan tiket yang teratur, serta koordinasi intensif antarinstansi," ungkap Ridwan.

Sinergi dilakukan bersama berbagai pihak terkait, di antaranya Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Pelindo, kepolisian sektor pelabuhan, hingga tim kesehatan pelabuhan. Pembaruan data mengenai kedatangan dan keberangkatan kapal dilakukan secara rutin melalui posko gabungan untuk memastikan izin berlayar diterbitkan tepat waktu.

Berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca selama periode mudik dan balik terpantau normal. Tidak ada gangguan cuaca ekstrem di laut yang menghambat pelayaran armada, sehingga seluruh jadwal keberangkatan dan kedatangan dapat terlaksana sesuai rencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....