Arus Mudik H-2 di Bandara SAMS Sepinggan Lancar, Puncak Terjadi Lebih Awal

  • 19 Mar 2026 22:44 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Balikpapan – Situasi arus mudik pada H-2 Lebaran di Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan terpantau lancar dan terkendali.

General Manager Bandara SAMS Sepinggan, R. Iwan Winaya Mahdar, menyampaikan volume penumpang pada H-2 mulai mengalami penurunan dibandingkan dengan puncak arus mudik yang terjadi sebelumnya.

Berdasarkan data otoritas bandara, puncak arus mudik tahun ini bergeser dari prediksi awal. Semula, puncak kepadatan diperkirakan terjadi pada H-3 Lebaran, namun realisasinya justru terjadi pada H-6 atau Sabtu, 14 Maret 2026, dengan total 19.330 penumpang, baik keberangkatan maupun kedatangan di Balikpapan.

“Kami memprediksi puncak arus mudik pada H-3, namun ternyata terjadi pada H-6. Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah terkait fleksibilitas kerja, seperti Work From Anywhere (WFA) dan Work From Home (WFH) bagi ASN dan sektor swasta pada 16–17 Maret yang sudah mulai diberlakukan,” ujar Iwan.

Pada H-2 Lebaran, jumlah penumpang tercatat berada di kisaran 18.000 orang. Terdapat lima destinasi dengan volume penumpang tertinggi, yakni Jakarta melalui Bandara Soekarno-Hatta, Surabaya, Tarakan, Makassar, dan Yogyakarta.

Secara signifikan, Tarakan masuk dalam tiga besar destinasi favorit dengan jumlah penumpang mencapai 5.000 orang.

Untuk mengakomodasi lonjakan penumpang, pihak bandara telah merealisasikan 51 penerbangan tambahan (extra flight) yang dioperasikan oleh sejumlah maskapai, seperti Super Air Jet, Citilink, AirAsia, dan Garuda Indonesia.

Sementara itu, untuk arus balik, manajemen bandara memprediksi puncaknya akan terjadi pada 28 Maret 2026 dengan jumlah penumpang diperkirakan mencapai 23.000 orang. Peningkatan ini dipicu oleh tren pemudik yang kerap membawa sanak keluarga saat kembali ke Balikpapan.

Menutup keterangannya, manajemen Angkasa Pura I Balikpapan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan, termasuk TNI/Polri, maskapai, Tim SAR, serta petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), atas sinergi dalam menjaga keamanan, kenyamanan, dan kelancaran operasional di lingkungan bandara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....