BPTD Kaltim Pastikan Infrastruktur Jalan dan Armada Angkutan Siap Hadapi Mudik
- 14 Mar 2026 04:21 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Balikpapan – Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kalimantan Timur memastikan kesiapan infrastruktur dan fasilitas keselamatan jalan darat menjelang momentum mudik Hari Raya Idulfitri 2026. Fokus utama diarahkan pada optimalisasi perlengkapan jalan di jalur nasional serta pengawasan kelaikan armada angkutan umum.
Kepala BPTD Kelas II Kalimantan Timur, Renhard Ronald, mengatakan pemasangan fasilitas keselamatan seperti rambu lalu lintas, marka jalan, Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL), hingga traffic line dan speed bump bertenaga surya terus dioptimalkan setiap tahun.
“Fasilitas perlengkapan jalan di jalur nasional sudah terpasang secara maksimal, meskipun belum sepenuhnya menyeluruh. Namun, infrastruktur yang ada saat ini sudah sangat memadai untuk memberikan instruksi, perintah, maupun larangan bagi pengguna jalan,” ujar Renhard, Sabtu 14 Maret 2026.
Terkait operasional Jalan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN), BPTD Kaltim bersinergi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) serta PT Jasamarga Balikpapan selaku pengelola. Meski kewenangan utama berada pada instansi tersebut, BPTD tetap mengambil peran strategis di titik masuk (entry point) dan titik keluar (exit point) tol.
“Kami menerjunkan tim pemantau untuk mengawasi arus lalu lintas di titik-titik krusial, terutama di exit Bandara Nusantara. Pemantauan intensif dilakukan mulai H-5 hingga H+5 Lebaran dengan memanfaatkan teknologi drone guna memitigasi lonjakan kendaraan. Hasil pemantauan ini akan dibagikan secara real time kepada kepolisian dan BBPJN melalui kanal daring,” katanya.
Untuk memastikan keselamatan penumpang, BPTD Kaltim juga mengintensifkan inspeksi keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ) atau ramp check. Berdasarkan data per 12 Maret 2026, sebanyak 1.100 unit kendaraan telah diperiksa dengan rincian:
964 unit di Terminal Tipe A Batu Ampar, Balikpapan.
96 unit di Terminal Tipe A Samarinda Seberang.
40 unit di berbagai pool perusahaan otobus (PO).
Proses pemeriksaan tersebut telah terintegrasi dengan aplikasi Mitra Darat, sehingga data kelaikan kendaraan dapat dipantau langsung oleh pemerintah pusat secara real time.
Prediksi Pergerakan 140 Ribu Pemudik
BPTD memprediksi sebanyak 140.764 orang akan melakukan perjalanan mudik di wilayah Kalimantan Timur tahun ini. Terdapat pergeseran tren yang cukup signifikan.
Terminal Samarinda Seberang diperkirakan mengalami lonjakan penumpang hingga 40 persen, yang didominasi rute Antar-Kota Antar-Provinsi (AKAP) menuju Banjarmasin.
Sebaliknya, Terminal Batu Ampar diprediksi mengalami penurunan tipis sekitar 3 persen. Hal ini diperkirakan karena masyarakat mulai beralih menggunakan kendaraan pribadi melalui jalan tol atau memilih moda transportasi lain.
Sementara itu, Pelabuhan Penyeberangan Kariangau juga diprediksi menunjukkan tren positif dengan kenaikan jumlah penumpang sekitar 28 persen.
“Kami terus berkoordinasi dengan dinas perhubungan di tingkat kabupaten dan kota agar pengawasan di Terminal Tipe B dan Tipe C dilakukan dengan standar yang sama, demi menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat selama mudik 2026,” kata Renhard saat berbincang dengan RRI.co.id di ruang kerjanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....