Imigrasi Balikpapan: Eco-Rudenim Ciptakan Lingkungan Kondusif dan Nyaman

  • 06 Jan 2026 09:56 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Program eco-rudenim di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Balikpapan tidak hanya membawa perubahan bagi deteni, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap peran dan pola kerja petugas. Melalui pendekatan ketahanan pangan yang humanis, petugas Rudenim kini bertransformasi dari sekadar pengawas menjadi fasilitator pemberdayaan deteni. Perubahan ini menjadi kunci keberhasilan program eco-rudemin dalam menciptakan lingkungan detensi yang lebih kondusif dan bermartabat.

Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban Rudenim Balikpapan, Djaloe Wisanggeni, mengatakan sebelum adanya eco-rudenim, komunikasi antara petugas dan deteni cenderung terbatas pada urusan formal dan seperlunya saja. Namun, program ini membuka ruang interaksi yang lebih intens dan bermakna.

“Sekarang komunikasi berjalan lebih efektif dan aktif, bahkan seperti teman yang saling mengingatkan,” ujar Djaloe saat dialog bersama RRI, seperti dikutip dari laman youtube RRI Samarinda, Selasa (6/1/2026).

Menurut Djaloe, aktivitas sederhana seperti menyiram tanaman atau memantau pertumbuhan sayuran menjadi sarana komunikasi yang alami. Petugas dan deteni kini saling berkoordinasi setiap hari terkait kondisi tanaman yang dikelola bersama. “Hubungan yang sebelumnya kaku berubah menjadi lebih cair, sehingga menciptakan suasana kerja sama yang positif di lingkungan Rudenim Balikpapan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Subseksi Administrasi dan Pelaporan Rudenim Balikpapan, Henri Suhendra, menjelaskan keberhasilan eco-rudenim tidak terlepas dari perencanaan yang matang. Ia menjelaskan, tahapan awal program dimulai dengan analisis kondisi deteni, kesiapan petugas, ketersediaan lahan, serta sarana dan prasarana yang dimiliki Rudenim. Analisis ini menjadi dasar dalam menyusun arah dan tujuan program secara realistis.

Menurut Henri, dalam pelaksanaannya eco-rudenim juga menghadapi berbagai tantangan, mulai dari penyampaian tujuan program kepada deteni hingga aspek teknis seperti penanaman bayam, labu, pakcoy, dan pengelolaan ternak ikan lele. “Untuk mengatasi kendala tersebut, kami menjalin koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, seperti Dinas Ketahanan Pangan serta Dinas Perikanan dan Kelautan,” katanya.

Baca juga: Rudenim Balikpapan Berdayakan Deteni Melalui Ketahanan Pangan Humanis

Hasil koordinasi lintas instansi tersebut memberikan banyak manfaat. Henri mengatakan, ilmu dan pendampingan dari instansi terkait kemudian diterapkan langsung dalam program Ekorudenim. Hal ini memastikan setiap tahapan berjalan sesuai rencana dan menghasilkan dampak yang nyata bagi deteni maupun petugas.

Dampak positif eco-rudenim juga terlihat pada penurunan tingkat ketegangan dan konflik antar deteni. Dikatakan Henri, kini deteni memiliki rutinitas yang ditunggu setiap hari, seperti memantau perkembangan tanaman dan merawat fasilitas ternak. Rasa tanggung jawab yang diberikan membuat deteni merasa lebih dihargai dan berguna.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan kedekatan antara petugas dan deteni semakin terasa. Hubungan yang sebelumnya sebatas penjaga dan yang dijaga kini berkembang menjadi hubungan yang lebih humanis. “Bahkan, deteni secara aktif menyampaikan kebutuhan sarana, seperti bibit tanaman, kepada petugas, yang kemudian ditindaklanjuti bersama,” ujar Henri.

Dari sisi keamanan dan ketertiban, program eco-rudenim terbukti membantu menurunkan tingkat stres deteni. Menurut Henri, berdasarkan evaluasi psikologis, tingkat stres deteni sebelum program tergolong cukup tinggi akibat kejenuhan dan tekanan psikologis selama menunggu proses pemulangan. Namun, setelah eco-rudenim berjalan, hasil wawancara ulang menunjukkan adanya penurunan stres yang signifikan.

Secara keseluruhan, eco-rudenim menjadi bukti bahwa pendekatan pemberdayaan yang humanis mampu mengubah wajah rumah detensi imigrasi. Dengan peran aktif petugas sebagai fasilitator dan pendamping, program ini tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan, tetapi juga memperkuat keamanan, ketertiban, serta kesejahteraan deteni di Rudenim Balikpapan.

Rekomendasi Berita