Baitul Mal Sabang Alokasikan Rumah Duafa hingga Beasiswa Santri
- 02 Okt 2026 08:39 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Baitul Mal Kota Sabang menyiapkan sejumlah program yang bersumber dari dana zakat, infak dan sedekah (ZIS) sekitar Rp17 miliar. Dana tersebut diarahkan untuk penyaluran zakat sesuai senif, bantuan usaha masyarakat kurang mampu, pendidikan, pembinaan keagamaan hingga pembangunan dan rehabilitasi rumah warga.
Plt Baitul Mal Kota Sabang Mawardi S. Tr mengatakan, dirinya mulai menjalankan tugas sebagai Plt pada 25 September 2026 setelah ditunjuk sehari sebelumnya. Program yang dijalankan saat ini merupakan kelanjutan dari rencana kerja yang telah disusun sebelumnya.
“Dana 17 miliar itu banyak hal yang akan kita lakukan,” kata Mawardi saat diwawancarai awak media, Kamis 1 Oktober 2026.
Mawardi menyebut salah satu penggunaan dana tersebut adalah penyaluran zakat kepada penerima sesuai senif. Selain itu, terdapat bantuan usaha bagi masyarakat kurang mampu serta sejumlah program pembinaan.
“Yang pertama tadi zakat untuk fakir miskin sesuai dengan senifnya. Kemudian ada bantuan usaha untuk masyarakat kurang mampu juga,” ujarnya.
Selain bantuan ekonomi, Baitul Mal Kota Sabang memasukkan pembinaan guru agama dan guru pesantren dalam rencana program. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penggunaan dana Baitul Mal untuk mendukung masyarakat dan pendidikan keagamaan.
Baitul Mal juga merencanakan rehabilitasi Penginapan Barokah yang berada di depan Masjid Babussalam. Program tersebut menjadi salah satu kegiatan dalam rencana kerja penggunaan dana sekitar Rp17 miliar.
Di bidang sosial, Baitul Mal merencanakan pembangunan 30 unit rumah duafa. Setiap unit rumah direncanakan memiliki alokasi sekitar Rp120 juta.
Selain pembangunan rumah baru, terdapat rencana rehabilitasi 40 unit rumah dengan alokasi sekitar Rp30 juta per unit. Program tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal layak.
“Dan ada juga pembangunan rumah duafa sejumlah 30 unit @120 juta dan rehab rumah 40 unit @30 juta. Kemudian ada bantuan biaya pendidikan dan sebagainya, ada beberapa lagi,” kata Mawardi.
Di bidang pendidikan, Baitul Mal menyiapkan bantuan biaya pendidikan bagi santri. Target awal penerima mencapai 1.000 orang dengan nilai bantuan Rp1 juta untuk masing-masing santri.
Baitul Mal Kota Sabang membuka penerimaan berkas calon penerima bantuan santri mulai 29 September hingga 11 Oktober 2026. Bantuan tersebut ditujukan bagi santri yang berada di dalam maupun luar Sabang.
Mawardi mengatakan jumlah penerima masih menunggu hasil verifikasi berkas. Jumlah tersebut bisa berubah sesuai dengan data calon penerima dan kemampuan anggaran.
Selain program penyaluran, Baitul Mal Kota Sabang juga mendorong peningkatan penghimpunan zakat dan infak. Untuk 2026, target penerimaan zakat ditetapkan sebesar Rp2.779.453.187.
Hingga September 2026, realisasi penerimaan zakat mencapai Rp1.829.616.081,59. Sementara target penerimaan infak sebesar Rp2,33 miliar dengan realisasi hingga September mencapai Rp1.058.814.357,50.
Mawardi berharap pelaku usaha di Sabang ikut menyalurkan zakat melalui Baitul Mal. Selama ini penerimaan zakat dan infak berasal dari sejumlah unsur seperti TNI/Polri, ASN, BUMN/D dan perbankan yang bekerja di Sabang.
“Kita berharap memang ke depan pelaku usaha itu juga dapat menyalurkan zakatnya melalui Baitul Mal. Supaya kita bisa langsung menyalurkannya ke masyarakat kita juga yang ada di Sabang,” katanya.
Dengan rencana tersebut, dana ZIS sekitar Rp17 miliar akan digunakan untuk beberapa kelompok dan program. Mulai dari penyaluran zakat, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, pembinaan keagamaan hingga pembangunan dan rehabilitasi rumah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....