Operasi Pencarian WNA Malaysia Hilang saat Diving di Sabang Dihentikan Sementara

  • 17 Sep 2026 23:04 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Operasi pencarian wisatawan asal Malaysia yang hilang saat menyelam di perairan Iboih, Kota Sabang, dihentikan sementara, Kamis 17 September 2026.

Keputusan tersebut diambil setelah pencarian selama tujuh hari belum menemukan tanda keberadaan korban. Tim SAR gabungan sebelumnya telah melakukan penyisiran permukaan dan pencarian bawah laut di sekitar lokasi kejadian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banda Aceh selaku Search Mission Coordinator (SMC) Ibnu Harris Al Hussain dalam keterangan tertulisnya, mengatakan penghentian sementara dilakukan setelah tim melakukan evaluasi bersama seluruh unsur yang terlibat.

Pada hari terakhir pencarian, operasi dibagi menjadi dua unsur. Tim pertama melakukan penyisiran permukaan laut hingga radius 12 mil laut ke arah Batu Rondo, sementara tim kedua melakukan penyelaman di sekitar lokasi terakhir korban diketahui berada.

"Sebanyak 10 penyelam dari Iboih Dive Center kembali melakukan pencarian bawah laut hingga kedalaman 40 sampai 50 meter di kawasan Batee Tokong. Pencarian bawah laut selesai sekitar pukul 10.25 WIB dan dilanjutkan dengan penyisiran permukaan," jelasnya.

Diterangkan, pencarian sempat dihentikan sementara karena kondisi cuaca memburuk. Hujan deras, angin kencang dan gelombang laut dengan ketinggian sekitar 1 hingga 1,5 meter membuat pencarian perlu disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Penyisiran kembali dilanjutkan sekitar pukul 14.00 WIB dengan melibatkan dua unit RIB. Tim menyisir permukaan laut dalam radius lima mil laut dari lokasi terakhir korban diketahui berada.

Lebih Lanjut dijelaskan, hingga pukul 17.00 WIB, kedua tim kembali ke posko dengan hasil pencarian nihil. Setelah itu, tim SAR gabungan melakukan evaluasi dan musyawarah bersama seluruh unsur terkait. Operasi kemudian dihentikan sementara dan personel dikembalikan ke kesatuan masing-masing. Meski operasi dihentikan sementara, pencarian masih dapat dibuka kembali apabila ditemukan petunjuk atau tanda-tanda keberadaan korban.

"Sebanyak 95 personel terlibat dalam operasi pencarian tersebut. Unsur yang terlibat terdiri dari Pos SAR Sabang, TNI AL, Polsek Iboih, Pol Airud, Polres Sabang, penyelam Iboih Dive Center serta masyarakat dan nelayan," tambahnya.

Tim SAR juga mengharapkan masyarakat dan nelayan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan benda atau tanda yang diduga berkaitan dengan wisatawan yang hilang. Informasi tersebut dapat menjadi bahan bagi petugas untuk menentukan langkah pencarian selanjutnya apabila operasi kembali dibuka.

Sebagaimana diketahui, Ho Wee Han (49), warga negara Malaysia, dilaporkan hilang saat melakukan aktivitas diving di perairan Shark Plateau, kawasan Gampong Iboih, Kota Sabang, Jumat 11 September 2026 sekitar pukul 15.05 WIB. Saat itu, Ho Wee Han menyelam bersama tiga penyelam lainnya sebelum dilaporkan terseret arus dan tidak lagi terlihat oleh rekan-rekannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....