Titik Panas di Aceh Meningkat, Bakongan dan Trumon Jadi Wilayah Terbanyak
- 10 Sep 2026 12:20 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh Besar mendeteksi sebanyak 23 titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah Aceh pada Kamis, 10 September 2026. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 13 titik panas.
Berdasarkan hasil pemantauan BMKG dalam 24 jam terakhir, sebaran titik panas paling banyak ditemukan di Kabupaten Aceh Selatan, khususnya di Kecamatan Bakongan dan Trumon, yaitu sebanyak 6 titik.
Selain Aceh Selatan, 4 titik panas terdeteksi di Kabupaten Aceh Jaya, masing-masing berada di Kecamatan Sampoiniet dan Panga. Sementara di Kabupaten Aceh Timur, BMKG mendeteksi 4 titik panas yang tersebar di Kecamatan Rantau Selamat dan Pantai Bidari. 3 titik panas lainnya ditemukan di Kabupaten Aceh Barat, yakni di Kecamatan Arongan Lambalek, Johan Pahlawan, dan Woyla Timur.
Selanjutnya, 2 titik panas terpantau di Kabupaten Aceh Tamiang, tepatnya di Kecamatan Bandar Pusaka. Sedangkan masing-masing 1 titik panas terdeteksi di Kabupaten Aceh Besar, (Kecamatan Seulimeum), Kota Lhokseumawe (Kecamatan Muara Satu), Kabupaten Nagan Raya (Kecamatan Tripa Makmur), serta Kabupaten Pidie (Kecamatan Muara Tiga).
BMKG menyebut, berdasarkan hasil pemantauan selama 24 jam terakhir, ke-23 titik panas tersebut masih berada pada zona kuning dan hijau, yang menunjukkan tingkat kepercayaan sedang dan rendah. Titik-titik tersebut belum masuk ke zona merah atau kategori titik api dengan tingkat kepercayaan tinggi.
Meski demikian, BMKG meminta masyarakat tetap mewaspadai potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya peningkatan jumlah titik panas dalam dua hari terakhir.
Peningkatan tersebut menjadi perhatian karena titik panas dapat menjadi salah satu indikator awal adanya potensi kebakaran, meskipun tidak seluruh titik panas secara otomatis merupakan titik api atau kebakaran.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang dapat berubah dengan cepat.
Masyarakat juga diimbau memperhatikan berbagai aktivitas dan kondisi lingkungan yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di wilayah yang memiliki sebaran titik panas. BMKG berharap kewaspadaan dan upaya pencegahan dapat dilakukan sejak dini untuk mengantisipasi berkembangnya titik panas menjadi kebakaran hutan dan lahan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....