Kadis Dayah Harap Tiap Tahun Ada Santri Sabang ke Al Azhar
- 31 Jul 2026 20:22 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang: Keberhasilan dua santri Pondok Pesantren Al Mujaddid Kota Sabang diterima di Universitas Al Azhar Kairo mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Sabang. Capaian tersebut dinilai menunjukkan santri asal daerah memiliki kemampuan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi Islam bertaraf internasional.
Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Sabang, Drs. Marwan, mengatakan keberhasilan Zaid Fathir Robbani dan Syahrul Ramadhan bukan yang pertama diraih santri Al Mujaddid.
Pada tahun-tahun sebelumnya, pesantren tersebut juga telah mengirimkan santri untuk melanjutkan pendidikan ke Mesir. Sebagian di antaranya telah menyelesaikan pendidikan dan kembali mengabdi di Aceh.
“Alhamdulillah ada dua santri Al Mujaddid yang lulus untuk melanjutkan pendidikan S1 di Kairo. Sebenarnya ini bukan yang pertama, pada tahun-tahun sebelumnya juga ada santri yang lulus, sudah menyelesaikan kuliah dan kembali mengabdi,” kata Marwan.
Ia berharap semakin banyak santri asal Sabang yang berhasil melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Universitas Al Azhar di Kairo diharapkan terus menjadi salah satu tujuan pendidikan bagi santri.
“Semoga setiap tahun ada santri Sabang yang bisa melanjutkan pendidikan ke Al Azhar. Mudah-mudahan ke depan jumlahnya semakin bertambah,” ujarnya.
Menurut Marwan, keberhasilan tersebut diharapkan melahirkan sumber daya manusia dengan pemahaman keislaman yang kuat. Para lulusan juga diharapkan dapat berkontribusi bagi pembangunan daerah setelah menyelesaikan pendidikan.
Marwan menjelaskan Pemerintah Kota Sabang belum memiliki program pembinaan khusus bagi santri yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri. Dukungan masih diberikan melalui program pembinaan pesantren dan pengembangan kapasitas santri.
“Pembinaan khusus belum ada. Dukungan yang kami berikan melalui program-program untuk pesantren secara umum agar dapat meningkatkan kemampuan santri, termasuk kemampuan yang menjadi bekal mengikuti seleksi pendidikan ke luar negeri,” katanya.
Ia menambahkan Pemerintah Kota Sabang juga belum memiliki program beasiswa luar negeri khusus bagi santri. Meski demikian, pemerintah membuka peluang bagi lulusan Al Azhar untuk mengabdi di Sabang apabila tersedia kebutuhan tenaga pengajar.
“Kalau nanti ada kesempatan dan kebutuhan di Sabang, tentu kita usahakan mereka bisa mengabdi di daerah. Namun jika belum ada, mereka juga memiliki kesempatan mengabdi di daerah lain,” ujar Marwan.
Keberhasilan dua santri Al Mujaddid diharapkan menjadi motivasi bagi santri lainnya. Capaian tersebut juga diharapkan mendorong pesantren terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pembinaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....