Dua Santri Al Mujaddid Sabang Lulus ke Al Azhar Kairo

  • 31 Jul 2026 20:21 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang: Pondok Pesantren Al Mujaddid Kota Sabang kembali mencatatkan prestasi di bidang pendidikan. Dua santrinya berhasil lolos untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir.

Kedua santri tersebut adalah Zaid Fathir Robbani dan Syahrul Ramadhan. Keberhasilan itu membuka peluang bagi keduanya menempuh pendidikan di salah satu pusat keilmuan Islam dunia.

Zaid Fathir Robbani mengaku telah memiliki tekad merantau untuk memperdalam ilmu agama. Selama menempuh pendidikan di Al Mujaddid, ia memanfaatkan berbagai program pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan bahasa Arab.

Ia juga memperkuat pemahaman terhadap ilmu-ilmu keislaman sebagai bekal mengikuti seleksi. Zaid berharap ilmu yang diperoleh di Al Azhar dapat bermanfaat bagi masyarakat di kampung halamannya.

“Saya ingin merantau untuk menuntut ilmu. Al Azhar merupakan manaratul ilmi atau mercusuar ilmu pengetahuan Islam,” ujar Zaid kepada awak media, Jumat 31 Juli 2026.

“Saya berharap ilmu yang diperoleh di sana dapat saya bawa pulang dan bermanfaat bagi masyarakat di kampung halaman,” katanya.

Semangat serupa disampaikan Syahrul Ramadhan. Selama menjadi santri, ia berupaya menjaga konsistensi dalam beribadah serta meningkatkan kemampuan bahasa Arab dan bahasa Inggris.

Syahrul juga aktif mengikuti berbagai kegiatan untuk mendukung pengembangan akademik dan karakter. Ia berharap dapat memperdalam ilmu agama serta mengamalkannya bagi masyarakat.

“Saya ingin mendalami ilmu-ilmu agama di Al Azhar. Harapan saya, ilmu yang diperoleh nanti dapat diamalkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Syahrul.

Universitas Al Azhar selama ini menjadi salah satu tujuan pelajar dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Perguruan tinggi tersebut memiliki tradisi keilmuan Islam yang telah berlangsung lebih dari seribu tahun.

Sejumlah ulama, akademisi, dan tokoh nasional Indonesia juga merupakan alumni Al Azhar. Keberhasilan dua santri Al Mujaddid diharapkan dapat melahirkan generasi muda berwawasan global yang tetap berkontribusi bagi daerah.

Prestasi tersebut juga menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk meningkatkan kemampuan akademik dan penguasaan bahasa asing. Penguatan karakter turut menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Keberhasilan Zaid dan Syahrul menunjukkan lembaga pendidikan Islam di Kota Sabang memiliki peluang mencetak sumber daya manusia berdaya saing global. Capaian itu sekaligus memperkuat semangat santri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....