BPKS Percepat Transformasi Sabang Jadi Hub Maritim Internasional

  • 18 Jun 2026 23:07 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Banda Aceh — Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) menegaskan komitmennya untuk mendorong transformasi Sabang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berbasis maritim dan pariwisata internasional. Komitmen tersebut disampaikan Kepala BPKS, Iskandar Zulkarnaen, dalam agenda pemaparan dan kunjungan kerja spesifik Komisi VI DPR RI ke Provinsi Aceh.

Dalam kesempatan tersebut, BPKS memaparkan arah pembangunan Sabang yang kini tidak lagi berfokus pada penyediaan infrastruktur dasar semata. Pengembangan kawasan ke depan diarahkan pada pembangunan kawasan ekonomi yang kompetitif, terintegrasi, berwawasan kemaritiman, serta memiliki konektivitas global.

Iskandar Zulkarnaen mengatakan, struktur investasi di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Sabang selama lima tahun terakhir masih didominasi sektor pariwisata. Kontribusi sektor tersebut mencapai 82 persen dari total investasi yang masuk ke kawasan tersebut.

"Saat ini BPKS telah menyiapkan fase pengembangan berikutnya melalui pembentukan ekosistem Marine Hub. Program ini mencakup pengembangan shorebase, pusat logistik, layanan bunkering, industri maritim, hingga penguatan sektor pariwisata berbasis minat khusus," kata Iskandar Zulkarnaen, Kamis 18 Juni 2026.

Menurut Iskandar, Sabang mulai menunjukkan daya tarik yang semakin besar bagi investor internasional. Beberapa peluang kerja sama strategis yang tengah berkembang antara lain minat India terhadap pengembangan pelabuhan transshipment di Sabang serta ketertarikan investor Selandia Baru untuk berinvestasi di kawasan perdagangan bebas tersebut.

Selain itu, fungsi Pelabuhan Sabang juga terus diperkuat guna mendukung aktivitas sektor minyak dan gas. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan peran Sabang sebagai simpul logistik dan perdagangan di kawasan barat Indonesia.

"Dari sisi ekonomi, pengembangan kawasan mulai memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat. Setelah terdampak pandemi global, penyerapan tenaga kerja di Sabang menunjukkan tren pemulihan yang konsisten sejak 2022 dan pada 2025 telah melibatkan lebih dari 22 ribu tenaga kerja lokal," ujarnya.

Pada periode yang sama, tingkat pengangguran terbuka di Sabang berhasil ditekan hingga mencapai 2,67 persen. Capaian tersebut menjadi indikator bahwa pengembangan kawasan mulai memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan aktivitas ekonomi dan kesempatan kerja bagi masyarakat.

"Meski menunjukkan perkembangan positif, kami mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian. Keterbatasan infrastruktur strategis, penurunan dukungan anggaran pembangunan kawasan, serta perlambatan pertumbuhan kunjungan wisatawan dalam dua tahun terakhir menjadi tantangan yang harus segera direspons melalui percepatan pembangunan fasilitas pendukung, termasuk pelabuhan, terminal kapal pesiar, marina, dan layanan wisata berstandar internasional,"ujarnya lagi.

Dalam kerangka pembangunan nasional, Sabang telah ditetapkan sebagai salah satu kawasan prioritas dalam RPJMN 2025–2029. BPKS meyakini percepatan investasi, penguatan infrastruktur, perluasan insentif kawasan, serta pengembangan tiga sektor unggulan yakni Fishing Ground Center, SEA Maritime Hub, dan Natural Tourism Sanctuary akan menjadi fondasi penting untuk memperkuat daya saing Sabang sebagai gerbang maritim Indonesia di Samudra Hindia dan Selat Malaka sekaligus sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah barat Indonesia.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....