Peran Aktif Orang Tua Langkah Efektif Cegah Pernikahan Dini

  • 12 Jun 2026 17:27 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang – Pernikahan dini sering terjadi dikarenakan oleh beberapa faktor, seperti kondisi ekonomi, pengaruh lingkungan, rendahnya tingkat pendidikan, kehamilan yang tidak dikehendaki dan tradisi dalam keluarga. Oleh karena itu peran orang tua sangatlah penting dalam memberikan pemahaman terkait pendidikan yang tinggi dan mengembangkan diri, dengan dukungan keluarga yang kuat, maka anak akan termotivasi untuk melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita sebelum memutuskan untuk menikah.

Psikolog Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kota Banda Aceh, Lisdayani, menegaskan peran orang tua sangat penting dalam mencegah pernikahan dini dan membantu remaja tetap fokus meraih cita-cita. Ia mengatakan keluarga harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak untuk menyampaikan perasaan, masalah, serta rencana masa depannya.

Komunikasi yang terbuka dinilai menjadi kunci agar remaja tidak mencari solusi instan melalui pernikahan usia muda. "Perlu orang tua menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi seorang anak untuk mengkomunikasikan bagaimana dirinya, permasalahan dirinya, dan bagaimana masa depannya nanti," ujarnya dalam perbincangan bersama RRI, Senin 8 Juni 2026.

Ia menjelaskan, orang tua perlu membangun komunikasi yang hangat di rumah sekaligus memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan perencanaan masa depan sesuai usia anak. Menurutnya, pemahaman yang baik akan membantu remaja mempertimbangkan manfaat dan risiko sebelum mengambil keputusan besar dalam hidupnya.

Selain pendidikan formal, Lisdayani juga mendorong orang tua untuk mendukung pengembangan keterampilan atau vokasi yang sesuai dengan minat anak. Keterampilan tersebut dapat menjadi bekal penting untuk membangun kemandirian ekonomi di masa depan.

"Orang tua itu meminta sama anak untuk fokus belajar, kejar cita-citanya. Dengan kata lain, mendukung pendidikan dan pengembangan potensi anak," ujarnya.

Lisdayani juga mengingatkan bahwa pernikahan merupakan persoalan yang kompleks dan membutuhkan kesiapan mental, psikologis, komunikasi, serta ekonomi. Banyak konflik rumah tangga muncul akibat kurangnya kemampuan pasangan dalam berkomunikasi dan memahami satu sama lain.

Keluarga dan lingkungan perlu memberikan pendampingan yang tepat kepada remaja agar mereka mampu membangun fondasi diri yang kuat sebelum memasuki jenjang pernikahan. Puspaga Kota Banda Aceh sendiri menyediakan berbagai layanan psikologis, mulai dari konseling individu, konseling keluarga, edukasi perkembangan remaja, hingga pendampingan bagi remaja yang mengalami tekanan sosial maupun pergaulan.

Ia berharap semakin banyak orang tua yang berperan aktif mendampingi anak dalam merencanakan masa depan sehingga angka pernikahan dini dapat terus ditekan dan generasi muda Aceh memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang serta meraih prestasi. "Harapannya setiap remaja memiliki akses terhadap bantuan yang tepat," tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....