Puspaga Banda Aceh: Komunikasi Efektif Cegah Kekerasan terhadap Anak
- 26 Mei 2026 21:06 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang – Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kota Banda Aceh menilai komunikasi yang efektif dalam keluarga menjadi pondasi utama dalam mencegah konflik rumah tangga hingga kekerasan terhadap anak.
Psikolog Puspaga Banda Aceh, Hana Amalia, M.Psi., Psikolog., mengatakan sebagian besar persoalan keluarga yang ditangani Puspaga berakar dari pola komunikasi yang kurang sehat antara orang tua dan anak.
“Komunikasi merupakan pondasi dasar dalam pengasuhan. Ketika komunikasi berjalan baik, pola pengasuhan juga akan berjalan dengan baik,” kata Hana dalam program Ngobras RRI Banda Aceh, Selasa, 12 Mei 2026.
Menurut Hana, komunikasi efektif berarti pesan yang disampaikan dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh lawan bicara. Namun dalam praktiknya, banyak orang tua menyampaikan nasihat atau teguran dengan emosi sehingga anak justru lebih menangkap kemarahan dibanding isi pesan yang disampaikan.
“Ketika menegur anak dengan marah atau bentakan, yang diterima anak bukan pesannya, melainkan bentakannya. Hal itu dapat memengaruhi perkembangan sosial dan emosional anak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pola komunikasi yang tidak sehat dalam keluarga berpotensi memicu konflik berkepanjangan dan berdampak pada kondisi psikologis anak maupun orang tua.
Di sisi lain, Hana menilai tantangan pengasuhan di era digital semakin kompleks. Orang tua kini tidak hanya menghadapi perbedaan pola pikir dalam keluarga, tetapi juga harus mampu menghadapi pengaruh media sosial yang semakin kuat terhadap anak.
“Saingan orang tua sekarang bukan lagi orang tua lain, melainkan media sosial. Jika orang tua tidak mau belajar mengikuti perkembangan zaman, akan sulit memahami karakter generasi Z dan generasi Alpha,” katanya.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental keluarga. Menurutnya, kesehatan mental memiliki peran yang sama penting dengan kesehatan fisik meskipun tidak selalu terlihat secara langsung.
“Kesehatan mental sering disepelekan karena tidak terlihat. Padahal dampaknya sangat besar, bahkan bisa berujung pada hal-hal fatal,” ucap Hana.
Puspaga Banda Aceh sendiri berada di bawah naungan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dengan fokus pada edukasi, konseling, serta penguatan ketahanan keluarga secara preventif.
Melalui layanan tersebut, Puspaga diharapkan dapat membantu masyarakat membangun pola komunikasi dan pengasuhan yang lebih sehat, harmonis, serta ramah anak di tengah tantangan perkembangan zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....