Warga Sabang Keluhkan Kenaikan Harga Gas Non Subsidi

  • 30 Apr 2026 04:15 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang — Kenaikan harga gas LPG non subsidi ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram mulai dikeluhkan masyarakat di Kota Sabang. Kondisi ini paling dirasakan warga yang tidak mendapat akses gas subsidi 3 kilogram sehingga harus bergantung pada LPG non subsidi untuk kebutuhan sehari-hari.

Salah seorang warga, Mariani, mengaku kenaikan harga gas sangat terasa bagi pengeluaran rumah tangga. Menurutnya, masyarakat yang tidak terdaftar sebagai penerima subsidi tidak memiliki pilihan lain selain tetap membeli gas dengan harga yang lebih tinggi.

“Kalau harga gas naik seperti ini, kami yang tidak dapat subsidi tentu sangat terasa. Mau tidak mau tetap harus beli karena ini kebutuhan utama untuk memasak,” ujar Mariani, Kamis (30/4/2026).

Ia mengatakan kenaikan tersebut membuat anggaran belanja rumah tangga semakin membengkak. Mariani berharap ada kebijakan pemerintah yang dapat membantu masyarakat non penerima subsidi agar kebutuhan pokok tetap terpenuhi tanpa menambah tekanan ekonomi keluarga.

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Husna, yang menilai kenaikan harga gas datang di saat kondisi ekonomi masyarakat belum sepenuhnya stabil. Ia mengaku harus mengurangi kebutuhan lain agar tetap bisa membeli gas untuk keperluan dapur, karena tanpa gas aktivitas rumah tangga terutama di dapur akan terganggu.

Sementara itu, Distributor LPG PT Gas Aneuk Meugah, Munazar Ismail, menjelaskan kenaikan harga LPG dipengaruhi lonjakan harga minyak mentah global yang tercermin dari Indonesian Crude Price (ICP) Maret 2026 yang mencapai 102,26 dolar AS per barel. Selain itu, konflik di Timur Tengah yang mengganggu jalur distribusi energi dunia turut memicu naiknya harga LPG internasional.

“Kalau untuk harga jual di pangkalan kami saat ini, gas 12 kilogram dijual Rp273.500 dan 5,5 kilogram sekitar Rp145.000. Ini sudah menyesuaikan dengan kenaikan yang terjadi,” kata Munazar.

Ia menambahkan, harga LPG 12 kilogram sebelumnya berada di angka Rp224 ribu dan kini naik menjadi sekitar Rp257.525 per tabung. Warga berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi melalui penambahan kuota subsidi maupun kebijakan harga yang lebih terjangkau agar kebutuhan dasar tetap terpenuhi tanpa menambah beban ekonomi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....