BMKG Deteksi Puluhan Titik Panas di Aceh
- 16 Apr 2026 21:28 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Aceh kembali mendeteksi puluhan titik panas di Aceh. Berdasarkan hasil pantauan Sensor MODIS Satelit Terra, Aqua, Suomi NPP, dan NOAA20/VIIRS yang dilakukan tanggal 15 April 2026 pukul 00.00 WIB s.d 16 April 2026 pukul 23.00 WIB.
Plt Kepala BMKG Aceh, Anang Arianto dalam laporan resmi yang diterima RRI, Kamis (16 April 2026), mengatakan prediksi hotspot di Aceh harus diwaspadai oleh masyarakat. Terdapat 20 titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang yang tersebar di wilayah Aceh.
“Dalam 24 jam terakhir terdeteksi 20 titik panas yang didominasi di wilayah Timur Aceh. 14 titik terdeteksi di Kecamatan Penaron, Serbajadi dan Simpang Jernih Kabupaten Aceh Timur. 3 titik lainnya di Bireun, 2 titik berasal dari Kota Lhokseumawe, dan masing-masing 1 titik terdeteksi di Kabupaten Gayo Lues, Aceh Tamiang dan Aceh Tenggara,” ungkap Anang Arianto.
Menurutnya, tingkat kepercayaan hotspot berada pada 3 level, zona hijau (rendah), zona kuning (sedang atau siaga) dan zona merah (tinggi). Jika titik panas yang muncul sudah berwarna merah (sangat tinggi/tinggi), menandakan potensi kebakaran bahaya atau cukup tinggi. Anang menjelaskan, perkirakan titik panas berwarna merah sudah berupa titik api.
Memasuki musim kemarau, BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Diperlukan kewaspadaan bagi masyarakat untuk menghindari hal-hal yang dapat merugikan masyarakat di wilayah tersebut.
“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk menghindari membuka lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diminta berhati-hati dalam penggunaan api, hindari membuang puntung rokok dan hindari membakar sampah agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah Aceh,” jelasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....