Penerapan Tiket Online Kapal Dikeluhan Warga Sabang

  • 02 Apr 2026 05:09 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID Sabang - Langkah PT ASDP Indonesia Ferry menerapkan sistem tiket online secara penuh di lintasan Sabang - Banda Aceh memicu gelombang aspirasi dari masyarakat. Meski niat utamanya adalah modernisasi pelayanan sejumlah warga merasa sistem baru ini justru menghadirkan tantangan baru yang lumayan menyulitkan di lapangan.

Kekhawatiran pertama muncul terkait biaya tambahan yang harus dikeluarkan pengguna jasa. Alvi salah seorang warga Sabang menyayangkan adanya biaya administrasi perbankan serta biaya layanan online yang membuat harga tiket terasa lebih mahal dari biasanya.

“Selain harga tiket kami kini harus menanggung biaya admin bank dan biaya tambahan aplikasi. Belum lagi urusan jaringan internet yang kadang tidak stabil saat kami sangat butuh membeli tiket cepat,” ujar Alvi Rabu 1 April 2026.

Persoalan teknis dan kemanusiaan juga menjadi sorotan tajam bagi warga yang tidak terbiasa dengan gawai pintar. Laskar Fikri mempertanyakan nasib para orang tua atau warga yang tidak memiliki akses perbankan digital dalam menghadapi aturan ketat ini.

Kisah haru datang dari Leni Puspitasari seorang istri yang harus rutin membawa suaminya menjalani prosedur cuci darah di Banda Aceh dua kali seminggu. Bagi Leni kecepatan dan kemudahan akses adalah nyawa bagi keluarganya sehingga kerumitan aplikasi dirasakan sebagai beban mental tambahan.

“Saya sangat berharap ada kebijakan yang lebih menyentuh hati masyarakat kecil seperti kami. Perjalanan ke Banda Aceh bagi saya bukan sekadar bepergian tapi perjuangan demi kesehatan suami,” tutur Leni dengan tulus.

Sektor pariwisata pun tidak luput dari dampak perubahan ini. Desi Olala yang sering berinteraksi dengan wisatawan menyebut banyak tamu yang merasa bingung dan kerepotan karena tidak bisa lagi membeli tiket secara langsung saat tiba di Pelabuhan Balohan.

Namun sebaliknya, di antara arus kritik terdapat pula pandangan optimis bahwa perubahan adalah bagian dari kemajuan. Muhammad Sabri menilai kehadiran teknologi adalah sebuah keniscayaan yang memerlukan proses adaptasi dan pendampingan bagi masyarakat awam.

Dukungan senada datang dari Ari Kurniawan yang menganggap aturan ini sebagai langkah berani untuk menata wajah pelabuhan agar lebih rapi. Ia memberikan catatan agar ASDP segera melengkapi sistem dengan fitur check-in online untuk memangkas antrean panjang yang masih sering terjadi.

“Peraturannya sudah bagus hanya perlu tambahan fitur check-in online agar tidak terjadi antrean panjang. Protes di awal itu biasa nanti lama-lama semua juga akan terbiasa,” kata Ari memberikan masukan..

Berbagai aspirasi dari warga ini menunjukkan setiap pembaruan teknologi idealnya tetap mengedepankan sisi kemudahan bagi semua kalangan. Harapan besar kini tertuju kepada pemangku kebijakan untuk terus membenahi kekurangan yang ada, sehingga sistem digital ini tidak menjadi sekat bagi masyarakat yang masih dalam tahap beradaptasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....