Pengguna Jasa Usulkan Sistem Check-In Terpadu di Gerbang Pelabuhan Balohan

  • 02 Jun 2026 17:22 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang – Sejumlah pengguna jasa penyeberangan di Pelabuhan Balohan, Kota Sabang, mengusulkan adanya inovasi penempatan area verifikasi atau check-in tiket kapal feri. Warga berharap proses tersebut dapat dialihkan langsung ke area gerbang masuk pelabuhan, baik bagi penumpang pejalan kaki maupun yang menggunakan kendaraan bermotor.

Salah seorang pengguna jasa penyeberangan Rahmi mengatakan sistem verifikasi tiket saat ini masih mengharuskan penumpang melakukan check-in di dalam gedung terminal. Kondisi tersebut membuat penumpang yang telah membeli tiket secara daring tetap harus mengantre untuk proses verifikasi sebelum naik kapal.

Ia menambahkan, digitalisasi layanan tiket yang telah diterapkan saat ini sudah memberikan kemudahan bagi masyarakat. Meski demikian, proses pelayanan masih perlu disederhanakan agar manfaat sistem daring dapat dirasakan secara maksimal.

"Penerapan sistem tiket online yang diberlakukan saat ini sudah sangat bagus. Namun, proses pelayanan di lapangan perlu terus disederhanakan agar esensi dari digitalisasi itu benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Jika tiket sudah dibeli secara online, idealnya proses masuk bisa lebih cepat tanpa harus mengantre panjang lagi di dalam hanya untuk check-in," ujar Rahmi, Selasa 2 Mei 2026.

Ia mengusulkan agar proses verifikasi tiket dilakukan langsung di gerbang masuk pelabuhan, baik untuk penumpang pejalan kaki maupun pengguna kendaraan. Dengan demikian, penumpang yang telah memiliki tiket dapat langsung masuk ke area tunggu keberangkatan tanpa harus melalui tahapan tambahan di dalam terminal.

Selain menyangkut sistem check-in, Rahmi juga menyarankan agar operator penyeberangan membuka layanan pembelian tiket pulang-pergi dalam satu kali transaksi. Menurutnya, skema tersebut akan sangat membantu wisatawan yang berkunjung ke Sabang, terutama saat musim libur panjang dan akhir pekan.

Menurut Rahmi, ketersediaan tiket kepulangan sering menjadi perhatian wisatawan karena tingginya permintaan pada periode tertentu. Dengan sistem pembelian pulang-pergi, wisatawan dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik sekaligus memperoleh kepastian jadwal kembali ke Banda Aceh.

Ia menilai kebijakan tersebut juga berpotensi mengurangi peluang praktik percaloan tiket. Sebab, tiket yang berpindah tangan kepada pihak lain berisiko menimbulkan persoalan administrasi karena identitas penumpang tidak sesuai dengan data yang tercantum dalam manifest pelayaran.

Sebagai salah satu pintu gerbang utama menuju Kota Sabang, Pelabuhan Balohan memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan sektor pariwisata. Karena itu, peningkatan kualitas pelayanan dinilai perlu terus dilakukan seiring meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pulau Weh setiap tahun.

Rahmi berharap pengelola pelabuhan bersama operator kapal dan instansi terkait dapat terus melakukan evaluasi terhadap sistem pelayanan penumpang. Menurutnya, pelayanan yang cepat, praktis, dan memberikan kepastian akan meningkatkan kenyamanan masyarakat sekaligus memperkuat citra Sabang sebagai destinasi wisata unggulan di Aceh.

"Harapan kami pelayanan terus ditingkatkan agar penumpang merasa lebih nyaman. Jika proses keberangkatan semakin mudah dan efisien, tentu akan berdampak positif bagi masyarakat maupun wisatawan yang datang ke Sabang," harapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....