Alur Check-In Kendaraan dan Pejalan Kaki di Pelabuhan Balohan Bakal Dipisahkan
- 09 Jun 2026 16:17 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Otoritas Pelabuhan Balohan merespons aspirasi para pengguna jasa penyeberangan terkait usulan penyederhanaan sistem verifikasi tiket atau check-in di Pelabuhan Balohan, Kota Sabang. Rencana penataan ulang area check-in saat ini sedang dimatangkan, khususnya untuk mempermudah akses bagi pengguna jasa yang menggunakan kendaraan bermotor.
Menanggapi usulan agar seluruh proses verifikasi dipusatkan di gerbang luar, Koordinator Pelabuhan Balohan Sapta Febriansyah Syahputra menjelaskan pihaknya bersama pemangku kepentingan terkait akan menerapkan pengaturan yang berbeda antara penumpang kendaraan dan penumpang pejalan kaki demi faktor keselamatan dan kenyamanan.
Untuk pengguna jasa yang membawa kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor, area check-in direncanakan dipindahkan ke bagian depan, tepatnya di sekitar pintu masuk kendaraan yang berdekatan dengan area jembatan timbang. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat alur masuk sehingga pengendara tidak perlu lagi menuju ke dalam gedung terminal untuk melakukan verifikasi tiket.
"Rencananya, proses check-in bagi pengguna jasa yang menggunakan sepeda motor dan mobil akan ditempatkan di dekat pintu masuk kendaraan, tepatnya di area sekitar jembatan timbang. Hal ini dirancang agar pelayanan bagi pengendara menjadi lebih cepat dan efisien," ujar Sapta, Selasa 9 Juni 2026.
Sementara itu, untuk kategori penumpang pejalan kaki, proses verifikasi tiket atau check-in direncanakan tetap berada di dalam Gedung A Pelabuhan Balohan. Menurut Sapta, kebijakan tersebut disesuaikan dengan rencana pengembangan fasilitas pelabuhan pada masa mendatang.
Ke depan, alur pergerakan penumpang pejalan kaki akan diarahkan melalui jalur layang atau gangway atas guna meningkatkan sterilisasi area dan keamanan saat menuju kapal feri.
"Untuk penumpang pejalan kaki, proses check-in tampaknya tetap akan diarahkan di dalam gedung. Sebab, konsep pelayanan ke depan nantinya mengarahkan penumpang pejalan kaki melalui jalur atas yang terhubung langsung ke kapal, bukan melintasi area gerbang kendaraan," katanya.
Meski area check-in penumpang pejalan kaki tetap dipertahankan di dalam gedung, otoritas pelabuhan berkomitmen menghadirkan pelayanan yang lebih inklusif. Salah satu upaya yang direncanakan adalah penyediaan loket khusus bagi penumpang lanjut usia dan kelompok prioritas lainnya.
Menurut Sapta, fasilitas tersebut nantinya akan terintegrasi dengan jalur prioritas sehingga pengguna jasa yang membutuhkan pelayanan khusus dapat melakukan proses keberangkatan dengan lebih nyaman.
"Fasilitas ramah lansia ini nantinya terhubung langsung dengan jalur prioritas sehingga mereka dapat menikmati perjalanan tanpa harus mengantre panjang di tengah kepadatan penumpang," ujarnya.
Melalui penataan alur masuk yang lebih spesifik antara kendaraan dan pejalan kaki, otoritas pelabuhan berharap manfaat digitalisasi layanan tiket daring dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat. Selain itu, langkah tersebut juga diharapkan mampu mengurangi potensi penumpukan kendaraan di area operasional pelabuhan, terutama pada masa libur panjang dan periode peningkatan arus penumpang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....