Tamasya Dorong Peningkatan Kualitas TPA dan Pengasuhan Anak Usia Dini

  • 24 Mar 2026 22:06 WIB
  •  Sabang

Banda Aceh — Pemerintah Kota Banda Aceh terus mendorong peningkatan kualitas pengasuhan anak usia dini melalui program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya). Program ini dihadirkan sebagai layanan penitipan anak yang terintegrasi dengan pendidikan serta pemantauan tumbuh kembang.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DP3AP2KB Kota Banda Aceh, Intan Indriani, SKM, mengatakan bahwa Tamasya merupakan program yang digagas oleh Kementerian Kependudukan dan Keluarga Berencana dan menyasar anak usia 0 hingga 72 bulan.

“Program ini merupakan layanan penitipan anak usia 0 sampai dengan 72 bulan yang tidak hanya menyediakan pengasuhan, tetapi juga pendidikan serta pendampingan bagi pengasuh dan orang tua,” ujar Intan dalam dialog di RRI Banda Aceh, Senin 16 Maret 2026.

Ia menjelaskan, tujuan utama Tamasya adalah meningkatkan jumlah sekaligus kualitas Tempat Penitipan Anak (TPA). Dengan demikian, TPA tidak hanya berfungsi sebagai tempat menitipkan anak, tetapi juga menjadi pusat pengasuhan yang terstandar dan berkualitas.

“TPA tidak boleh sekadar menjadi tempat penitipan. Pada masa emas pertumbuhan, anak harus mendapatkan pengasuhan yang tepat dan berkualitas,” tegasnya.

Menurut Intan, kehadiran program ini juga memberikan dampak positif bagi orang tua, khususnya yang bekerja. TPA yang berkualitas akan memberikan rasa aman dan kepercayaan bagi orang tua dalam menitipkan anak mereka.

Sejauh ini, DP3AP2KB Kota Banda Aceh telah melakukan sosialisasi program Tamasya ke sejumlah TPA yang tersebar di berbagai kecamatan. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memenuhi target pembinaan yang ditetapkan pemerintah pusat.

Selain itu, program Tamasya dilengkapi dengan sistem pemantauan tumbuh kembang anak yang terintegrasi. Bahkan, tersedia aplikasi digital yang dapat digunakan oleh pengasuh dan orang tua untuk memantau perkembangan anak secara berkala.

“Program ini bersifat komprehensif karena mencakup peningkatan kapasitas pengasuh, edukasi bagi orang tua, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara berkelanjutan,” pungkas Intan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....