Ketua DPRK Sabang Dorong Regulasi Ketahanan Pangan
- 23 Feb 2026 12:56 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Sabang Magdalaina menegaskan komitmen lembaga legislatif dalam mendukung penguatan ketahanan pangan daerah. Dukungan tersebut sejalan dengan program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Hal itu disampaikan Ketua DPRK Sabang saat menghadiri rembuk Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Sabang. Ia menyebutkan, hingga saat ini belum terdapat qanun khusus yang mengatur sektor pangan di Sabang. Peluang pembentukan regulasi daerah, lanjutnya, tetap terbuka apabila dinilai diperlukan sesuai kondisi daerah.
“Untuk qanun pangan memang belum ada. Ke depan, jika memang perlu diatur lebih spesifik sesuai kebutuhan daerah, tentu bisa kita dorong bersama pemerintah daerah,” ujar Magdalaina Senin 23 Februari 2026.
Ia menjelaskan, DPRK memiliki tiga fungsi utama, yakni legislasi, pengawasan, dan penganggaran. Karena itu, setiap program yang berkaitan dengan ketahanan pangan perlu dikawal agar berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Menurutnya, pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam tanaman pangan merupakan langkah positif di tengah kondisi ekonomi masyarakat. Kebiasaan menanam cabai, kangkung, bayam, dan sayuran lain dinilai dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
“Untuk skala rumah tangga saja itu sudah sangat membantu. Ibu rumah tangga tidak perlu membeli dalam jumlah kecil karena sudah tersedia di pekarangan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kejelasan lahan dan kesiapan sumber daya manusia sebelum mengembangkan kegiatan pertanian dalam skala lebih luas. Ia mengingatkan agar pembentukan organisasi atau kelompok tani tidak hanya sebatas struktur, tetapi disertai pengawasan dan pengendalian yang berkelanjutan.
“Harus jelas tanahnya, pekerjanya, dan siapa yang benar-benar mau bekerja. Jangan hanya membentuk organisasi, setelah itu tidak ada kontrol,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya profesionalitas dalam menentukan pengelola atau pengurus, agar program ketahanan pangan berjalan efektif serta mampu menghadirkan inovasi bagi masyarakat.
“Pilih orang yang memang mau bekerja, punya kemampuan, dan memiliki inovasi,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....