Awas! Pesisir Barat Selatan Aceh Dilanda Cuaca Buruk
- 04 Feb 2026 17:57 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Aceh memperkirakan potensi cuaca ekstrim landa pesisir barat selatan Aceh dalam beberapa hari terakhir. Masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terkait kondisi cuaca yang mudah berubah-ubah.
"Dalam beberapa hari kedepan wilayah Aceh yang sering terjadi hujan di Simeulu dan pesisir barat selatan Aceh,” ungkap Muhammadn Niza Andria, Prakirawan BMKG Aceh, Rabu (4 Februari 2026).
Menurutnya, Aktifnya gelombang Equatorial Rossby di wilayah Aceh Bagian Utara yang dapat menyebabkan peningkatan potensi awan konvektif. Selain itu, suhu muka laut yang hangat di Pesisir Barat dan Utara Aceh dapat meningkatkan penambahan massa uap air.
“Beberapa kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Aceh. Masyarakat diminta untuk berhati-hati terhadap potensi bencana hidrometerologi yang dapat terjadi akibat curah hujan yang tinggi,” kata Muhammad Niza.
Ia juga menjelaskan, ketinggian gelombang di perairan Aceh bervariasi, penyeberangan Sabang-Banda Aceh ketinggian gelombang diperkirakan antara 0,75 - 1,5 meter. Sedangkan ketinggian gelombang untuk Simeulu dan Kepualauan Banyak diprediksi capai 1 - 1,5 meter. Wilayah perairan barat Aceh ketinggian gelombang capai 1 - 2,5 meter.
“Angin bergerak dari arah timur dengan kecepatan 5-20 knot atau berkisar antara 10-40km/jam,” tambahnya.
Untuk menghindari kondisi perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba, masyarakat diharapkan tetap berhati-hati dan waspada dalam melakukan aktivitas di luar rumah. Cuaca ekstrem, seperti hujan deras dan angin kencang, dapat membawa dampak serius bagi kehidupan dan infrastruktur. Oleh sebab itu, penting untuk selalu siaga dan mempersiapkan diri saat cuaca buruk diperkirakan akan datang.
BMKG menghimbau masyarakat yang tinggal di daerah yang rawan terjadi banjir dan tanah longsor, agar selalu waspada terhadap bencana hidrometerologi. Masyarakat diminta untuk terus memantau situasi perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....