Akhir Ramadan, Momentum Kembali ke Fitrah dan Raih Kemenangan Sejati

  • 23 Mar 2026 21:58 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang – Umat Islam diingatkan untuk menjadikan penghujung Ramadan 1447 Hijriah sebagai momentum kembali kepada fitrah, yakni kondisi ketika manusia mampu mengendalikan hawa nafsu dengan akal yang dianugerahkan Allah SWT.

Hal tersebut disampaikan Pimpinan Ma’had Darul Fattah, Ustadz Tgk. Fakhruddin Asmi, dalam dialog kajian Islami yang disiarkan Pro 1 RRI Banda Aceh, Jumat 20 Maret 2026.

Menurutnya, fitrah tidak berarti manusia terbebas dari kesalahan. Sebaliknya, fitrah merupakan kemampuan seseorang untuk mengenali, menyadari, dan mengendalikan dorongan nafsu agar tetap berada dalam ketaatan kepada Allah SWT.

“Manusia memiliki akal dan nafsu. Keberhasilan Ramadan terlihat dari sejauh mana akal mampu mengendalikan nafsu, bukan sebaliknya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selama bulan Ramadan umat Islam dilatih untuk menahan lapar dan dahaga, serta menjaga seluruh panca indera dari hal-hal yang dapat merusak nilai ibadah. Latihan tersebut diharapkan mampu membentuk pribadi yang lebih sabar, bijak, dan terkendali setelah Ramadan berakhir.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Hari Raya Idul Fitri disebut sebagai hari kemenangan karena umat Islam telah melalui proses pengendalian diri selama sebulan penuh. Kemenangan itu bukan sekadar perayaan, melainkan keberhasilan dalam melawan hawa nafsu dan godaan setan.

“Musuh utama manusia adalah setan yang terus berupaya menjerumuskan ke dalam dosa. Ketika seseorang mampu mengendalikan dirinya, itulah kemenangan yang sesungguhnya,” katanya.

Ia juga menyebutkan sejumlah indikator keberhasilan ibadah puasa, di antaranya meningkatnya kesadaran untuk memperbaiki diri, tidak mudah menyalahkan orang lain, serta mampu memberikan nasihat dengan cara yang baik dan bijaksana.

Selain itu, umat Islam diharapkan mampu menghindari penyakit hati seperti iri, dengki, dan merasa diri paling benar. Sikap-sikap tersebut dinilai dapat menghambat seseorang dalam mencapai fitrah yang hakiki.

“Fitrah itu bukan berarti tidak pernah salah, tetapi mampu menyadari kesalahan dan berusaha untuk tidak mengulanginya,” ujarnya.

Di penghujung Ramadan ini, umat Islam diimbau untuk memaksimalkan ibadah serta memperkuat introspeksi diri, agar benar-benar meraih kemenangan yang hakiki saat Idul Fitri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....