Perpisahan Ramadan dan Harapan di Masa Depan

  • 20 Mar 2026 12:52 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang – Ramadan bukan sekedar bulan dalam kalender, namun satu bulan yang sangat istimewa diman kita dapat belajar tentang makna sabar, jujur dan lebih mendekatkan diri pada Allah SWT. Ramadan selalu datang memberikan kehangatan, saat-saat terakhirnya ada rasa haru dan sedih melepasnya karena begitu banyak yang ditinggalkan Ramadan kepada umat manusia.

Perpisahan dengan bulan Ramadan menghadirkan perasaan yang bercampur aduk, ada perasaan bahagia karena telah melewatinya dengan berbagai ibadah dan amal saleh, di sisi lain ada perasaan sedih karena tahun depan belum tentu kita dipertemukan kembali dengannya. Momen seperti ini mengajak kita untuk sedikit merenung apakah kita sudah maksimal memanfaatkan kesempatan yang berharga ini?

Anggota MPU Kota Banda Aceh Tgk. Alizar Usman, S.Ag, M.Hum mengatakan bahwa, bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah, magfirah dan rahmat dari Allah SWT seperti ada malam Lailatul Qadar, i’tikaf dan ada kelebihan-kelebihan di sepuluh hari terakhirnya. “Jadi kalau ini kita pahami berpisah dengan bulan Ramadan ada perasaan sedih dan berharap perpisahan ini tidak untuk selamanya, kita berdoa mudah-mudahan tahun depan kita akan berjumpa kembali dan melakukan ibadah dan menggapai rahmat-Nya”, ujarnya Kamis 19 Maret 2026.

Lebih lanjut dikatakannya, setelah bulan Ramadan bukan terbebas dari segalanya, dan masuk Idul Fitri dan dalam jiwa kita selalu terus berharap apa yang kita lakukan dan amalkan mendapatkan ridho dari Allah SWT. Setelah Ramadan ada perilaku yang berubah dari diri kita atau ada sesuatu yang istimewa dan hal-hal menarik yang kita lakukan pengaruh dari bulan Ramadan, inilah tanda bahwa amalan kita selama Ramadan diterima oleh Allah SWT.

Perpisahan Ramadan bukan menjadi akhir dari kebaikan, namun menjadi awal dari perjalanan baru, nilai-nilai yang telah dilatih selama Ramadan perlu untuk dijaga dan dirawat bahkan ditingkat lagi. Istiqomah dalam beribadah, memiliki rasa empati pada sesama dan kebiasaan baik lainnya adalah bekal yang sangat berharga dalam menjalani dan menghadapi masa depan.

Perpisahan dengan Ramadan adalah amanah yang tidak dapat diulang. Setiap detik Ramadan yang berlalu akan menjadi pelajaran yang berharga dengan memperbaiki diri. Maka dari itu tutuplah Ramadan dengan rasa syukur dan tekad yang kuat terus melangkah dalam kebaikan sampai kita ditemukan kembali dengan bulan nan suci ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....