Puasa dan Moderasi Beragama, Menjaga Hati Menghargai Sesama
- 20 Mar 2026 17:08 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID – Sabang : Puasa merupakan madrasah atau sekolah terbaik untuk melatih sikap keberagaman. Inti dari puasa adalah pengendalian diri, dalam agama juga demikian agar tidak jatuh dalam kutub ekstrem yang berlebihan hingga melupakan kemanusiaan dan meremehkan ajaran agama.
H. Samsul Bahri, S.Ag, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sabang menyampaikan hal tersebut dalam program Kalam Ramadan RRI Sabang. “Moderasi agama bukanlah mendangkalkan aqidah, ia bukan mencampur adukkan ajaran agama, moderasi adalah beragama dengan santun dan menjunjung tinggi kemanusiaan. Prinsip tersebut terwujud dalam dua hal utama yaitu menjaga hati dan menghargai sesama,” ujarnya Kamis 26 Februari 2026.
Lebih lanjut Tgk. Sambul juga menjelaskan mengenai hal utama dalam menjaga hati dan menghargai sesama. “Pilar yang pertama ialah menjaga hati, puasa dalam bahasa Arab disebut Assaum yang artinya menahan atau sering disebut dengan imsak, menariknya kita sering mengartikan imsak hanya sebatas berhenti makan dan minum saat fajar menyingsing, padahal hakikatnya imsak adalah menahan ego, menahan nafsu dan menjaga hati, orang yang moderat dalam beragama adalah orang yang mampu mengendalikan egonya,” jelasnya.
Hati yang terjaga adalah hati yang bersih dari penyakit suudzon atau prasangka buruk terhadap sesama hamba Allah. Di bulan Ramadan puasakan hati kita dari merasa paling suci, paling benar sendiri atau merendahkan orang lain yang belum sehati dalam beribadah, inilah esensi beribadah menjaga hati agar tetap seimbang, jernih dan penuh kasih sayang.
H. Samsul mengajak seluruh masyarakat Sabang untuk menunjukkan bahwa Sabang merupakan kota yang moderat. “Saya ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat, mari kita tunjukkan bahwasanya masyarakat Kota Sabang adalah masyarakat yang moderat, mari kita buktikan bahwa kepedulian kita terhadap syariat berbanding lurus dengan kepedulian sosial. Jangan sampai ibadah yang dijalani hanya sekedar menahan haus lapar, sebaliknya jadikan persaudaraan ini sebagai momentum untuk saling mempererat komunikasi yan baik antar sesama,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....