Ramadan Bulan Ampunan dan Pembebasan dari Api Neraka

  • 13 Mar 2026 20:37 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang – Ramadan dikenal sebagai bulan penuh keberkahan dan penuh pengampunan dari Allah SWT. Dibulan Ramadan juga Allah SWT memberikan kesempatan pada manusia untuk meningkatkan beribadah agar dapat terbebas dari api neraka.

Pimpinan Pasantren Sulaimaniyah Kota Sabang, Tgk. Saddam Husen, S.Pd menyebutkan, Rasulullah SAW pada akhir Ramadan yang disebutkan oleh sahabat beliau, bahwa beliau mengkhususkan diri untuk beri’tikaf di masjid-masjidnya Allah, untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Artinya pada akhir ramadan adalah penentuan daripada pencapaian kita selama Ramadan.

“Pada akhir Ramadan Rasulullah SAW mengencangkan ibadahnya lebih mendekatkat diri kepada Allah, karena pada akhir Ramadan dihitung amal kita hasil yang di akhir, kebanyakan kita lalai pada akhir makanya akhir Ramadan menjadi penentu apakah Ramadan ini kita memperoleh kesempurnaan atau tidak”, ujarnya dalam Dialog Ramadan bersama RRI Sabang, Jum’at 13 Maret 2026.

Lebih lanjut dikatakanya, Rasulullah SAW menganjurkan kita selaku umatnya, pergunakanlah akhir Ramadan yang disebutkan pada salah satu hadis Rasulullah akhir dari Ramadan itu adalah kunci dari pengampunan dosa-dosa. Apapun yang kita lakukan di bulan suci Ramadan akan memperoleh ampunan dari setiap dosa-dosa yang kita perbuat seperti menghidupkan malam-malam Ramadan dan berpuasa di siang hari serta memberi makan orang untuk berbuka puasa.

“Ketika ampunan dari Allah SWT telah kita raih dan keridhoan Allah sudah didapat, maka hadiah yang Allah janjikan terbebas dari apa neraka akan diberikan di hari akhir”, tambahnya.

Tentu saja pembebasan dari api neraka tidak datang begitu saja tanpa adanya usaha. Dengan keimanan yang kuat, melakukan ibadah dengan penuh ikhlas serta kesungguhan untuk menjauhkan perbuatan dosa, maka pengampunan dapat kita raih.

Kebanyakan kita di akhir Ramadan banyak terlalaikan dan terlena oleh nafsu, karena musuh terbesar orang-orang beriman di bulan Ramadan adalah hawa nafsu yang membuat kita jauh dari ketaatan kita kepada Allah. Jika kita dapat menang melawan hawa nafsu tersebut di akhir-akhir Ramadan maka keutamaan Ramadan yang Allah janjikan akan kita raih dibulan yang mulia ini, dan celakalah bagi orang-orang yang tidak mendapatkan ampunan dari Allah di akhir Ramadan, orang tersebut adalah orang yang tidak dapat memanfaatkan momentum Ramadan untuk perbaikan dalam melawan hawa nafsunya.

“Marilah kita manfaatkan momentum akhir Ramadan, lawan hawa nafsu, sibukan diri dengan beri’tikaf di masjid, mengkhatamkan Al-Qur’an, karena tidak ada waktu dan tempat yang mulia dari pada bulan Ramadan untuk melakukan amal saleh, sehingga kita mendapatkan ampunan dari Allah dan hasilnya nanti kita dibebaskan dari api neraka”, tutup Tgk. Saddam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....