Spirit Ramadan Sarana Membangun Pendidikan Keluarga
- 04 Mar 2026 11:18 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang – Bulan Ramadan tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sebagai sarana dalam membangun pendidikan dalam keluarga. Didalam bulan Ramadan juga terkandung makna atau nilai-nilai spiritual, sosial dan moral dan jika dikelola dengan baik maka akan menjadikan kelurga religius serta mnjadi fondasi kuat untuk membangun pendidikan keluarga.
Tgk. H. Marzuki Basyah selaku Anggota MPU Kota Sabang dalam dialog bersama RRI Sabang mengatakan, bulan Ramadan adalah kesempatan emas dalam kita membangun pendidikan keluarga menjadi kelurga yang baik. “Allah SWT berfirman dalam Surah At-Tahrim ayat 6 yang artinya “ Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dana keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu-batu sedangkan penjaganya malaikat-malaikat yang kasar lagi keras, mereka tiada mendurhakai Allah tentang apa-apa yang disuruhnya dan mereka memperbuat apa-apa yang diperintahkan kepadanya”, hal ini disebutkan Tgk. Marzuki, Sabtu 28 Februari 2026
Lebih lanjut dikatakannya dalam ayat tadi, sungguh jelas Allah menerangkan bahwa tiap-tiap orang Islam wajib memelihara dirinya dari api neraka, dan begitu juga keluarganya. Oleh sebab itu orang tua wajib mendidik anaknya supaya beriman teguh, beramal saleh dan berakhlak mulia dalam kehidupan keluarga juga masyarakat.
| Baca juga: Orientasi Akhirat, Prioritas Orang Beriman |
Jika kadang kala orang tua terbatas ilmunya dalam mendidik anak-anaknya, maka pendidikan ini dapat disempurnakan menurut ajaran Islam, melalui dayah, pasantren atau madrasah dan tempat pengajian. Meskipun begitu pendidikan anak tetap terpikul pada orang tua dirumah, menciptakan rumah menjadi lebih religus seperti salat berjamaah, tadarus, sahur dan berbuka bersama, hal ini akan menjadi pembelajaran yang alami dan menyenangkan.
Dalam bulan Ramadan anak akan menjadi lebih disiplin melalui waktu sahur dan berbuka, sabar dan pengendalian diri dari berpuasa serta peduli terhadap sesama dengan berbagi makanan dan sedekah. Keteladanan orang tua akan menjadi kunci bagi anaknya melalui nasihat-nasihat dan memberikan contoh yang baik dan nyata seperti menjaga lisan, gemar membaca Al-Qur’an, memperbanyak ibadah serta hindari rasa marah.
Momen Ramadan juga dapat membangun komunikasi keluarga. Pada saat berbuka atau setelah salat taraweh dapat dimanfaatkan untuk berdiskusi atau bertanya kepada anak tentang pelajaran apa yang diterima di sekolah, atau hal baik apa yang telah dilakukan si anak.
Ada beberapa cara mencegah konflik keluarga yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari yaitu :
- Membangun komunikasi yang sehat. Misalkan bicara dengan nada yang lembut, jangan menyela pembicaraan orang tua dan saling menghargai.
- Mengelola emosi dengan baik. ajarkan anak untuk mengekspresikan emosi dengan cara yang sehat, tidak dengan nada tinggi dan marah.
- Saling memaafkan. Bersedia memaafkan adalah kunci keluarga yang harmonis.
- Meluangkan waktu bersama keluarga.
- Perkuat nilai-nilai spiritual dalam keluarga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....